bukan berarti latah, atau ikut2an. tapi sikap saya memang seringkali menyerupai jin: mengikuti gaya manusia yang ada di sekitarnya (atau yang ia 'tumpangi'). bukan berarti juga saya tidak punya pendirian, karena pendirian saya adalah melakukan sesuatu berdasarkan impact yang saya dapatkan atau kondisi lingkungan yang berkembang di sekitar. tanpa pendirian, saya tidak akan melakukan itu kan? bukan pula saya angin2an atau mencla-mencle. saya lebih jujur menyatakan sebuah pengakuan bahwa saya seorang opportunis.
kalau kita tidak mencari keuntungan, buat apa kita hidup...???
kamu marah, saya pun marah.
tapi marahnya saya dengan diam saja.
sampai kamu (kalian) bertanya, ada apa gerangan?
kamu senang, saya pun senang.
tapi senangnya saya mungkin kurang bisa diungkapkan dengan baik.
sampai kamu (kalian) mengerti, tidak selalu biji kacang seburuk kulitnya.
kamu jauh, saya pun menjauh.
tapi saya tidak bisa menghilangkan sedikit saja pikiran saya darimu (kalian).
sampai suatu saat kamu (kalian) merasa kehilangan, lalu mencari2 saya, lalu ketemu, kamu (kalian) segera sadar kalau saya ada untukmu (kalian).
saya senang melihat kamu (kalian) marah, senang, jauh, dekat, sedih, susah, untung, rugi, senyum, tertawa, menangis...
saya juga senang kalau tidak melihat kamu (kalian) sedangkan saya tahu bahwa kamu (kalian) ada entah di belahan bumi mana sepanjang masih terlihat rembulan di malam hari (atau matahari di siang hari).
saya sedih ketika kamu (kalian) hilang, dan saya tahu tak akan bisa menemuinya lagi di dunia fana.
untuk kamu (kalian) yang ada di sekitarku, beredar di bujur barat-timur lintang utara-selatan, dan yang menghilang menemui Sang Khalik.
baik aku kenal, maupun tidak...