Friday, February 16, 2007

The Trigger is The Muse...!!!

pertengahan tahun 2003 merupakan masa-masa yang sulit. bagi saya. segalanya berantakan seperti kamar anak abg yg baru saja pesta liar. hari-hari saya banyak dilalui dengan diam memandang dunia luar dari sebuah jendela kamar di lantai dua. menghabiskan berbatang-batang marlboro.

cuma 2 musik yg saya dengar berulang-ulang: morissey dan muse. bliss, unintended, semua yg ada di album absolution, alma matters, trouble loves me, the last of famour international playboys, leo garcia, dst... pfhew! everyday is sunday, he said!

saya tidak sendirian. ada teman saya yg lain. kalau dipikir, sepertinya bodoh sekali, 2 orang potensial cuma berdiam diri. tolol! tapi justru pada masa2 itu lahirlah berbagai ide2 dan pemikiran2. juga motivasi. itu penting bagi saya, karena tidak bisa dipungkiri kalau saya kekurangan motivasi.

salah satunya mungkin terdengar sepele, tapi merupakan satu dari banyak kunci yang membuka mata hati saya. yaitu ketika teman saya mengatakan begini,

"ntar kalau the muse manggung di indonesia, kita nonton yuk!"



bukan cuma karena kami suka band the muse. bukan juga hanya karena kami butuh hiburan. hal itu bisa jadi cambuk untuk melangkah. jelas donk! untuk bisa itu kami harus punya duit. punya waktu. mau berinteraksi sosial. punya kesehatan yang baik. dan semuanya cuma bisa terjadi kalau kita melakukan perubahan!

ketika di akhir tahun 2006 saya mendengar bahwa muse akan 'mampir' (soalnya saya kira mereka cuma manggung di singapura doank...), saya excited sekali! wah, saya harus nonton nih! saya kabari teman saya itu kalau muse akan manggung tahun depan (2007), mungkin di bulan februari. kami sepakat untuk sebisa mungkin nonton!

sekarang, kabar itu menjadi kepastian. tapi, harapan itu sepertinya tidak terkabul. saya dulu sempat juga kesal karena tidak nonton konser bon jovi, tapi waktu itu saya masih sma. tinggal di cirebon bersama keluarga yang kurang berkenan dgn kehidupan seperti itu. sekarang, sepertinya sudah ada bayangan kalau saya akan ke bogor, ketemu teman, nonton bareng muse di jakarta. whatta life!

tapi ya itu, tidak bisa. ok lah, duitnya pas2an. rada maksa malah. lalu waktu. itu paling penting. bos saya mau ke singapura, jadi saya dan seorang staf kantor malah disuruh rapat. ok, rapatnya tgl 25 (hari minggu). kalau maksa, saya bisa pulang ke cirebon hari sabtu. tapi tidak bisa semudah itu, kenyataanya, pada minggu itu justru lumayan sibuk utk persiapannya ke singapura. belum akan ada buyer yg datang (masa ada buyer mau kasih order dicuekin?).

satu lagi, sebenarnya pada tgl 22 ibu saya mengajak ke puncak karena tgl 23 ada acara perpisahan. beliau baru saja pensiun, jadi staf yang satu tim dengan ibu mengadakan perpisahan di puncak. saya tidak bisa ikut karena kerjaan kantor. jadilah cuma anak istri saya yg diboyong. sekarang, kalau saya maksa nonton muse pada tgl 23 februari, berapa org yg saya kecewakan?

well, mungkin banyak yg mengatakan hal ini kekanakan, terserah! apapun itu, sebenarnya letak kesalahan ada pada saya. saya kurang keras berusaha. seandainya saya mandiri, tidak akan ada kejadian seperti ini. saat ini masih jadi orang bayaran yang dikendalikan atasan. atau masih terlalu sayang dengan keluarga.

ya, mungkin juga ini bukan cuma masalah uang dan waktu, tapi kebebasan. sebebas apa saya seharusnya?

No comments: