Tuesday, January 09, 2007

PERTEMANAN (part two)

mumpung g banyak kerjaan, posting langsung dua sekaligus dah (padahal sih dasar aja lg males)! hehehe...

cerita dimulai dari sebuah percakapan panjang beberapa waktu lalu. sebenarnya sudah langsung jadi topik yang ingin aku angkat tampil di sini, tapi kendala waktu, ide, dan derajat kemalasan lumayan menghalangi. sebuah perbincangan di suatu siang yg panas (padahal bulan desember!) dengan background sound kendaraan yg berlalu-lalang dan suara air mancur.

aku didahului teman ngobrolku dalam mengangkat topik. terlalu panjang kalau diceritakan tiap kalimat dari pembicaraan itu (ya iya laaah...!!!). bahasannya adalah tentang seorang teman dekat kami. dia punya masalah dengan teman ngobrol aku ini. masalahnya klise: uang. tapi jadi merembet ke hal2 lain. cerita kemudian berkembang menjadi wacana nasional (seperti yg aku sebutkan di postingan sebelumnya), terutama di komunitas dunia IT. aku sendiri belum mendengar gosip itu dari sumber lain berhubung komunikasi 2-3 minggu belakangan dengan komunitas itu terputus krn kesibukan di kantor dan mengurus bayi. bahkan instant messengerku sengaja ganti id dan set invie. invisible for others.

istriku adalah bagian dr komunitas IT, tapi otomatis jg hubungan kesana mengalami masa reses sejak pernikahan kami. ketika kusampaikan cerita itu, dia jg terkejut. bagaimana bisa persahabatan yg demikian erat, yg saling bantu dikala susah, yg saling tertawa dikala senang, bisa retak? kami mau tidak mau menemui kasus yg sebenarnya sering kami temui di cerita novel, sinetron, film, atau buku komik: sedekat apapun hubungan antar manusia, bisa rusak karena uang.

pembicaraan dengan temanku itu tidak begitu lama. tapi aku cukup banyak menangkap informasi yang membuatku berfikir dalam. seperti tahu apa yg kupikirkan, temanku itu bertanya (sejujurnya aku lupa bagaimana tepatnya dia bertanya, tapi seingatku kira2), "sekecil apapun itu, ada tidak yang jadi ganjalan dihatimu karena aku? ungkapkan sekarang! lebih baik selesaikan sekarang daripada kemudian membesar dan meledak cuma karena hal sepele!". deal! aku ungkapkan saja semua yg ada di hatiku. tapi, ujung2nya kami berdua tertawa karena yg kuungkapkan itu cuma rasa iri karena kepemilikan sebuah macbook. ada jg sih yg lain, tapi hal itu justru masukan utk kami berdua daripada sebuah masalah. itu adalah tentang kenapa kamu bisa begini sedang aku tidak, kenapa kamu punya ini sedang aku tidak. kalau dipikir2 dia pasti jg punya pemikiran sama kan? karena setiap orang punya skenario yg berbeda dalam memerankan kehidupan (ceilah....).

hanya saja, bagaimanapun masalah sepele seperti itu justru bisa jadi pemicu. terutama ketika kita berada dalam kondisi terdesak. bukankah peluru tidak akan mematikan kalau tidak ditarik pelatuknya? bahkan kebaikan hati dianggap tindakan kejam. uluran tangan dianggap tali kekang. buah pikiran dianggap cecaran cerewet.

how come...???

karena pada saat itu kita buta. apalagi kalau pesan yg mau disampaikan tidak begitu jelas maksudnya. ketika itu kita tidak ingat kalau kita pernah sama2 menikmati enaknya ayam bakar saat dinginnya malam terlupakan di depan hangatnya perapian dalam dekapan perempuan. atau mungkin, ingatan itu bias menjadi sebuah halusinasi tentang bagaimana bisa dia tega menyuruh kita masak ayam bakar saat tersiksa dinginnya malam sedangkan dia enak2an menikmati hangat di depan perapian dalam dekapan perempuan? tidak mau menelaah diri sendiri selain menyesali takdir. enggan mencari jawaban sedangkan menambah persoalan. menjauhi sahabat tetapi mendekati musuh. siapa sebenarnya musuh? siapa sebenarnya teman?

aku mungkin saat ini merasa jadi musuh temanku yg sedang dijadikan pembicaraan kami di kedai bakso itu. sambil memandangi ikan2 di kolam, aku berfikir apa aku jg punya kesalahan jg dengannya? sepertinya sih banyak. tapi, apa dia jg menyadari kesalahannya padaku???

...

well, kuharap postingan ini bukan sebuah bentuk pembenaran diri...

1 comment:

ame said...

hari gene nyari temen susah bo!, nyari musuh paling gampang... lagian bener yang di tulis merry di blognya, bahaya laten temen itu lebih menyebalkan dibandingan bahaya dari orang2 yang terang2an ngga suka sama kita...

nusuknya itu lho, dari belakang :P

kalo doggy style sih enak...

:P