mumpung g banyak kerjaan, posting langsung dua sekaligus dah (padahal sih dasar aja lg males)! hehehe...
cerita dimulai dari sebuah percakapan panjang beberapa waktu lalu. sebenarnya sudah langsung jadi topik yang ingin aku angkat tampil di sini, tapi kendala waktu, ide, dan derajat kemalasan lumayan menghalangi. sebuah perbincangan di suatu siang yg panas (padahal bulan desember!) dengan background sound kendaraan yg berlalu-lalang dan suara air mancur.
aku didahului teman ngobrolku dalam mengangkat topik. terlalu panjang kalau diceritakan tiap kalimat dari pembicaraan itu (ya iya laaah...!!!). bahasannya adalah tentang seorang teman dekat kami. dia punya masalah dengan teman ngobrol aku ini. masalahnya klise: uang. tapi jadi merembet ke hal2 lain. cerita kemudian berkembang menjadi wacana nasional (seperti yg aku sebutkan di postingan sebelumnya), terutama di komunitas dunia IT. aku sendiri belum mendengar gosip itu dari sumber lain berhubung komunikasi 2-3 minggu belakangan dengan komunitas itu terputus krn kesibukan di kantor dan mengurus bayi. bahkan instant messengerku sengaja ganti id dan set invie. invisible for others.
istriku adalah bagian dr komunitas IT, tapi otomatis jg hubungan kesana mengalami masa reses sejak pernikahan kami. ketika kusampaikan cerita itu, dia jg terkejut. bagaimana bisa persahabatan yg demikian erat, yg saling bantu dikala susah, yg saling tertawa dikala senang, bisa retak? kami mau tidak mau menemui kasus yg sebenarnya sering kami temui di cerita novel, sinetron, film, atau buku komik: sedekat apapun hubungan antar manusia, bisa rusak karena uang.
pembicaraan dengan temanku itu tidak begitu lama. tapi aku cukup banyak menangkap informasi yang membuatku berfikir dalam. seperti tahu apa yg kupikirkan, temanku itu bertanya (sejujurnya aku lupa bagaimana tepatnya dia bertanya, tapi seingatku kira2), "sekecil apapun itu, ada tidak yang jadi ganjalan dihatimu karena aku? ungkapkan sekarang! lebih baik selesaikan sekarang daripada kemudian membesar dan meledak cuma karena hal sepele!". deal! aku ungkapkan saja semua yg ada di hatiku. tapi, ujung2nya kami berdua tertawa karena yg kuungkapkan itu cuma rasa iri karena kepemilikan sebuah macbook. ada jg sih yg lain, tapi hal itu justru masukan utk kami berdua daripada sebuah masalah. itu adalah tentang kenapa kamu bisa begini sedang aku tidak, kenapa kamu punya ini sedang aku tidak. kalau dipikir2 dia pasti jg punya pemikiran sama kan? karena setiap orang punya skenario yg berbeda dalam memerankan kehidupan (ceilah....).
hanya saja, bagaimanapun masalah sepele seperti itu justru bisa jadi pemicu. terutama ketika kita berada dalam kondisi terdesak. bukankah peluru tidak akan mematikan kalau tidak ditarik pelatuknya? bahkan kebaikan hati dianggap tindakan kejam. uluran tangan dianggap tali kekang. buah pikiran dianggap cecaran cerewet.
how come...???
karena pada saat itu kita buta. apalagi kalau pesan yg mau disampaikan tidak begitu jelas maksudnya. ketika itu kita tidak ingat kalau kita pernah sama2 menikmati enaknya ayam bakar saat dinginnya malam terlupakan di depan hangatnya perapian dalam dekapan perempuan. atau mungkin, ingatan itu bias menjadi sebuah halusinasi tentang bagaimana bisa dia tega menyuruh kita masak ayam bakar saat tersiksa dinginnya malam sedangkan dia enak2an menikmati hangat di depan perapian dalam dekapan perempuan? tidak mau menelaah diri sendiri selain menyesali takdir. enggan mencari jawaban sedangkan menambah persoalan. menjauhi sahabat tetapi mendekati musuh. siapa sebenarnya musuh? siapa sebenarnya teman?
aku mungkin saat ini merasa jadi musuh temanku yg sedang dijadikan pembicaraan kami di kedai bakso itu. sambil memandangi ikan2 di kolam, aku berfikir apa aku jg punya kesalahan jg dengannya? sepertinya sih banyak. tapi, apa dia jg menyadari kesalahannya padaku???
...
well, kuharap postingan ini bukan sebuah bentuk pembenaran diri...
Tuesday, January 09, 2007
PERTEMANAN (part one)
posting pertama di tahun baru. yeah... banyak yg terjadi selama tahun 2006: aku kawin, aku punya anak, aku kerja di pabrik, alda mati, adi mati, adam air hilang... weleh!
yg jg berubah adalah kelompok sosial. kelompok sosialku sekarang didominasi staf & karyawan pabrik. jelas lah, dimana bumi diinjak disana langit dijunjung, dimana kasur digelar disitu kita tidur, dimana musik didengar disana kita berpesta, dimana perempuan mengangkang disitu kita menegang... haiyah...?!?! however, mengerti kan maksudku? dan kehidupan sosial di pabrik cukup menarik, terutama para karyawan (labor). beragam corak dan warna seperti taman bunga subtropis dihiasi pelangi dengan background batik trusmi. colorful! wajah ceria ketika menerima bayaran, pandangan kesal saat pekerjaan menumpuk, tatapan penuh harapan saat minta kasbon... beragam! lagu2 dangdut pantura menjadi theme song setiap hari. bahasa cirebon dgn dialek plered menjadi percakapan sehari-hari (bahkan aku yg lidahnya jelas2 bkn settingan cerbonan).
staf punya gaya berbeda tapi ragam yang sama. terlebih karena seharian ketemu jadi mengenal karakter masing2. tidak semuanya dekat, tapi cukup akrab. satu dan lainnya berbeda dengan kekhasan masing2. terlalu berlebihan? tidak juga koq! kupikir setiap kelompok sosial selalu punya keunikan tersendiri meski kemudian topiknya hampir2 mirip: kerjaan, gosip ttg atasan, duit, keluarga, interrelasi... yeah! pasti yg terakhir lebih menarik?
aku bisa membuatmu jatuh cinta karena telah terbiasa, syair lagu dewa. witing trisno jalaran soko kulino, istriku bilang.
pertama kali masuk ke perusahaan ini, pastinya mata langsung pasang mode auto filter scan. yeah, prosedur standar seorang aku dalam mengamati lawan jenis.
scaning process: done.
result: none.
hm..., mungkin sebaiknya adjusting filter dulu. bagaimanapun, mode auto filterku suka banyak tingkah. padahal pemiliknya nggak ganteng2 banget, baru sedikit saja di atas primus. whotteva! akhirnya aku menggunakan mode 3rd layer auto balanced comprehensive filter. yeah, hasilnya masih banyak noise, jadi perlu sedikit revise. akhirnya, aku menemukan beberapa yg cocok untuk dijadikan real-view-but-not-for-real-touch. hey! aku tidak senakal dugaanmu!
jadilah tahapan2 dlm pertemanan dimulai. berjalan lancar. tapi tetap harus jaga kualitas toh? meskipun bukan buat "diapa2in", khan bukan berarti ngga bisa "diapa2in"? aku berjalan kemana angin berhembus! untungnya, ada sedikit guidance dalam menjaga kualitas scanner-ku (jadi walapun angin membawaku ke jalan berlubang, aku masih bisa menghindarinya!). seminggu sekali tepatnya pada hari jum'at, biasanya pihak bank perusahaan dimana aku bekerja membawa langsung uang kas dalam jumlah besar untuk pembayaran (utamanya gaji karyawan yg biasa disebut oleh orang cirebon sebagai "lorisan"). nah, yang bawa uang itu tidak hanya pria seram berkumis baplang (seperti yg ada di iklan rokok dalam menggambarkan petugas jalan raya), tapi gadis2 cantik sexy dengan dandanan khas a la marketing bank (jadi inget seseorang yg bekerja di sebuah bank. hihihi...). uhm, cukup bagiku untuk dijadikan pegangan (meski belum kupegang beneran dengan tangan).
time's running. banyak yg berubah sepanjang menjalani tugas sebagai designer di divisi digital art and advertising. beberapa dari mereka (yg perempuan) berkembang jadi semakin cantik. beberapa dari mereka (masih tetap yg perempuan) sudah bisa masuk 2nd layer. real-view-also-real-for-touch. tapi jelas jarak tetap dipertahankan mengingat status. dan pastinya ini cirebon, bukan jakarta. bisik tetangga bisa berkembang menjadi wacana nasional di sini.
...
eh, sepertinya pepatah yg kusebut di atas mulai mengena ya? membuatku berfikir apa hal itu datang karena biasa? lagipula kalau dipikir2, ini bukan cinta, tapi nafsu. tidak ada degup jantung yg tidak beraturan, hanya denyut2 di selangkangan yg berkesinambungan. jadi? mungkin pepatah itu perlu diperbaiki sedikit berkenaan dengan posting ini:
kamu bisa membuatku naik nafsu kepadamu karna terbiasa, syair lagu dewa.
....
aku tidak bisa menerjemahkan pepatah itu ke dalam boso jowo. heuheuheu....
yg jg berubah adalah kelompok sosial. kelompok sosialku sekarang didominasi staf & karyawan pabrik. jelas lah, dimana bumi diinjak disana langit dijunjung, dimana kasur digelar disitu kita tidur, dimana musik didengar disana kita berpesta, dimana perempuan mengangkang disitu kita menegang... haiyah...?!?! however, mengerti kan maksudku? dan kehidupan sosial di pabrik cukup menarik, terutama para karyawan (labor). beragam corak dan warna seperti taman bunga subtropis dihiasi pelangi dengan background batik trusmi. colorful! wajah ceria ketika menerima bayaran, pandangan kesal saat pekerjaan menumpuk, tatapan penuh harapan saat minta kasbon... beragam! lagu2 dangdut pantura menjadi theme song setiap hari. bahasa cirebon dgn dialek plered menjadi percakapan sehari-hari (bahkan aku yg lidahnya jelas2 bkn settingan cerbonan).
staf punya gaya berbeda tapi ragam yang sama. terlebih karena seharian ketemu jadi mengenal karakter masing2. tidak semuanya dekat, tapi cukup akrab. satu dan lainnya berbeda dengan kekhasan masing2. terlalu berlebihan? tidak juga koq! kupikir setiap kelompok sosial selalu punya keunikan tersendiri meski kemudian topiknya hampir2 mirip: kerjaan, gosip ttg atasan, duit, keluarga, interrelasi... yeah! pasti yg terakhir lebih menarik?
aku bisa membuatmu jatuh cinta karena telah terbiasa, syair lagu dewa. witing trisno jalaran soko kulino, istriku bilang.
pertama kali masuk ke perusahaan ini, pastinya mata langsung pasang mode auto filter scan. yeah, prosedur standar seorang aku dalam mengamati lawan jenis.
scaning process: done.
result: none.
hm..., mungkin sebaiknya adjusting filter dulu. bagaimanapun, mode auto filterku suka banyak tingkah. padahal pemiliknya nggak ganteng2 banget, baru sedikit saja di atas primus. whotteva! akhirnya aku menggunakan mode 3rd layer auto balanced comprehensive filter. yeah, hasilnya masih banyak noise, jadi perlu sedikit revise. akhirnya, aku menemukan beberapa yg cocok untuk dijadikan real-view-but-not-for-real-touch. hey! aku tidak senakal dugaanmu!
jadilah tahapan2 dlm pertemanan dimulai. berjalan lancar. tapi tetap harus jaga kualitas toh? meskipun bukan buat "diapa2in", khan bukan berarti ngga bisa "diapa2in"? aku berjalan kemana angin berhembus! untungnya, ada sedikit guidance dalam menjaga kualitas scanner-ku (jadi walapun angin membawaku ke jalan berlubang, aku masih bisa menghindarinya!). seminggu sekali tepatnya pada hari jum'at, biasanya pihak bank perusahaan dimana aku bekerja membawa langsung uang kas dalam jumlah besar untuk pembayaran (utamanya gaji karyawan yg biasa disebut oleh orang cirebon sebagai "lorisan"). nah, yang bawa uang itu tidak hanya pria seram berkumis baplang (seperti yg ada di iklan rokok dalam menggambarkan petugas jalan raya), tapi gadis2 cantik sexy dengan dandanan khas a la marketing bank (jadi inget seseorang yg bekerja di sebuah bank. hihihi...). uhm, cukup bagiku untuk dijadikan pegangan (meski belum kupegang beneran dengan tangan).
time's running. banyak yg berubah sepanjang menjalani tugas sebagai designer di divisi digital art and advertising. beberapa dari mereka (yg perempuan) berkembang jadi semakin cantik. beberapa dari mereka (masih tetap yg perempuan) sudah bisa masuk 2nd layer. real-view-also-real-for-touch. tapi jelas jarak tetap dipertahankan mengingat status. dan pastinya ini cirebon, bukan jakarta. bisik tetangga bisa berkembang menjadi wacana nasional di sini.
...
eh, sepertinya pepatah yg kusebut di atas mulai mengena ya? membuatku berfikir apa hal itu datang karena biasa? lagipula kalau dipikir2, ini bukan cinta, tapi nafsu. tidak ada degup jantung yg tidak beraturan, hanya denyut2 di selangkangan yg berkesinambungan. jadi? mungkin pepatah itu perlu diperbaiki sedikit berkenaan dengan posting ini:
kamu bisa membuatku naik nafsu kepadamu karna terbiasa, syair lagu dewa.
....
aku tidak bisa menerjemahkan pepatah itu ke dalam boso jowo. heuheuheu....
Subscribe to:
Posts (Atom)