setiap orang sadar atau tidak memiliki adiksi terhadap sesuatu. saya teradiksi oleh rokok, minuman keras, dan perempuan (sebenarnya sih ngga candu2 amat, cuma biar keren aja kali nyebut hal2 itu...??? *tolol*). itu satu hal yg lumrah. beberapa teman saya teradiksi hal2 aneh seperti celana dalam perempuan (yg katanya ish kl dia sudah punya itu celana dalam, berarti sudah pernah dia tidurin!), kondom berbagai rasa, chatting, peting (peting doank! ngga ngelakuin lebih jauh!)... weyzs, kenapa kebanyakan yg berbau sekse ya?
yang sering bikin kaget tuh kalau ternyata teman yg kita anggap lurus2 aja (seperti rel kereta api) gaya hidupnya, juga punya adiksi terhadap hal2 aneh. mungkin dia terlihat seperti orang2 yg tidak suka macam2 (punya istri, punya anak, punya anjing peliaraan, karyawan yg patuh pada atasan, suka ke ikut kegiatan sosial dan keagamaan...) ternyata ketagihan bau ketek. saya tegaskan lagi : bau ketek. ketika kuliah, setiap baru bangun tidur (waktu ngantri kamar mandi) dia sambil duduk2 megangin bulu keteknya yg jarang2, trus diciumin. kl dirasa ada yg aneh pada baunya, dia dekatkan hidungnya ke pangkal lengan itu. untungnya saya tidak satu kost dgn dia karena saya tinggal di rumah sendiri. katanya sih, dengar dari gosip kalau istrinya sempat ngeluh ke teman dekat saya tentang kebiasaanya itu. kebetulan dia dan istrinya itu adalah teman saya.
tapi yg ingin saya tunjukkan di bawah ini tidak seheboh itu. cuma... apa ya? mengingatkan saya tentang sebuah perasaan kalut (harus menyesal atau menikmatinya) ketika menghadapi suatu adiksi. suatu hari ketika saya senggang dan menyalakan yahoo messenger, teman dekat saya kebetulan ol. kebetulan saya sedang membutuhkan masukan darinya tentang merakit pc untuk di kantor saya. berikut kutipannya:
keterangan:
saya: sy
teman saya: ts
<><><>
ts: *** (memanggil nama kecil saya) pernah ngerasain ga
ts: keinginan adalah sumber penderitaan?
sy: uhm.... mirip2 seperti itu mungkin...
sy: iya deh, iya... kira2 pernah ngerasain hal seperti itu
ts: kenapa oh kenapa, i want it badly...
ts: laptop oh laptop
ts: kau membuatku menderita
sy: oh maaf
sy: itu masih mending **(nama kecil teman saya), cuba kamu menderita karena....
sy: sabu oh sabu, kau membuatku menderita!
sy: kl pengennya laptop kan bagus....
ts: alhamdulillah saya belum pernah menyentuh begituan
ts: mencoba berkomitment pada diriku untuk tidak merokok, minum minuman keras, dan narkoba
ts: btw, kalo nanti jadi ngajak saya beli komputer pulangnya mampir ke kampung daun *** (nama kecil saya)
sy: huehuehueh
sy: iya iya
sy: masalahna lom ketemu ****** (bos saya) lagi niy
sy: dia mgk br bsk plg
sy: dan aku masih cari2 penyebab:
ts: nanti kalo ke kampung daun saya mau pesan red wine (diniatin dari sekarang)
sy: 1. kenapa di bandung?
sy: 2. kenapa sama ** (teman saya)?
sy: ts: nanti kalo ke kampung daun saya mau pesan red wine (di niatin dari sekarang) <<< aku save ke notepad, aku transfer ke hp via usb, aku sms ke ******* (teman kami yg di bogor, punya cukup kuasa untuk membuat sebuah berita tampil di beberapa media massa lokal dan nasional), ato siapa aja....
ts: yea!
ts: post to everybody
ts: i like it!
sy: oh iyah, posting aja ke fs yah ???
ts: bold & underline
ts: i want laptop and red wine badly!
sy: catet, bold and underline
<><><>
saya benar2 mempostingnya ke bulletin fs! kemudian kami membicarakan topik lain hingga satu ketika kembali lagi...
<><><>
ts: bukan itu, fungsionalitas *** (nama kecil saya)
ts: ngga, **** (teman kami yg di cirebon) itu paham bahasa njimet saya
ts: makanya dia suka translate maksud dan tujuan pembicaraan saya kalo ada yang ngga ngerti
sy: <<< menyenderkan badan di kursi sambil melipat tangan>>>
sy: mulai lagi nih
ts: bwahahaha
sy: pembicaraan ttg estetika dan fungsionaris
sy: fungsionalis
ts: ya itu, sebetulnya ngga ada relevansi secara langsung antara di bayar murah dan tunjukin ilmu nya semua
ts: lebih kepada bagaimana kamu memberikan ilmu sesederhana mungkin supaya murid2 mengerti
ts: ketimbang, belajarin console????
ts: menyampaikan sesuatu how it's work, sehingga mereka bisa mengerti lebih menyenangkan
ts: ketimbang membahas tentang sesuatu yang kita kuasai, tapi inti pemahamannya tidak ada
ts: ah sudah lah
ts: maklum saja *** (nama kecil saya)
ts: kurang tidur, kurang istirahat
ts: lantaran stress ngga dapet laptop
sy: heuheuheuheuheu
ts: *lagi2 buntutnya laptop*
ts: menyedihkan
ts: i hate to tell you this
sy: istri ** (teman saya) itu yg pertama komputer
sy: kedua motor
sy: ketiga ***** (istri teman saya)
sy: itu kata ***** (teman kami yg bahkan bila di forum terbuka terlalu memalukan untuk disebut)
ts: but i want laptop and red wine badly!
sy: oh... sudah di bold
<><><>
akhir cerita adalah ketika kemarin saya mendapat sms dari dia ttg penawaran sebuah laptop sony vaio seharga 18 jt. ****************** (further stories are edited for good)
tentang red wine, saya berani sumpah sebenarnya cuma... mungkin jus anggur, bukannya liquor.
Tuesday, September 26, 2006
Thursday, September 14, 2006
What's This Mean...???

aku normal! hahahaha! meski terdapat keabsurdan dalam pengertian "a happy and well adjusted hetero man!"
*gulp*
sebenarnys ini hasil pengukuran beberapa bulan lalu, tapi aku lupa dimana menyimpannya. ketika ngoprek2 kompie user di warnet (mana tau ada foto anak2 abg yg qyut) malah nemu ginian. heuheuheuheu....
....
btw, koq anak2 lain g ada yg nilainya di atas 40% ya...??? bah! mending check lagi di sini.
Friday, September 08, 2006
Weasel, Snake, Owl and Moon
ketertarikan kita akan dunia alam liar sepertinya tidak akan pernah hilang. kukira postulat ini berlaku bagi semua orang. hanya saja setiap pribadi memandangnya dengan cara yang berbeda.
kemarin ketika baru saja meninggalkan kantor istri, aku melihat seekor musang yang sangat besar. musang itu mungkin ditangkap oleh penduduk setempat karena (sekali lagi : mungkin) hendak mencuri ayam. musang dikenal sebagai pencuri ayam. entu saja, bagi para musang hal itu bukan suatu tindak kriminal. mereka cuma mempertahankan hidup.
klik kalimat ini untuk mencari tahu tentang musang
well, ketika kuceritakan pada istriku, ternyata ia juga melihatnya. kebetulan hari itu ia pulang lebih cepat dari biasanya dan di perjalanan ia melihat musang itu sedang dijadikan tontonan orang banyak. kakinya diikat, dan ia terlihat cemas. istriku melihat ada tetesan darah di beberapa bagian tubuhnya. mungkin kena pukul?
kasihan yah... ihik! ihik! hik! hik! hik!
bagaimanapun kemungkinan musang itu akan dibunuh (untuk dijual kulitnya yang memiliki pola rambut unik) sangat kecil. masyarakat jawa masih memandang musang sebagai bagian dari kucing, dan meski kucing liar sering dijauhi, masih saja banyak yang memperlakukannya dengan lebih baik. minimal kalau kucing tertabrak, si supir akan berhenti dan mengurusnya lebih dulu (minimal dilihat...). hal yang jauh berbeda dialami oleh ular.
sore harinya ketika maghrib menjelang, aku dan istriku sampai di rumah. dalam kondisi remang-remang aku melihat sebuah (atau seutas? seekor?) benda panjang mencurigakan di bawah, di sela pintu garasi dan lantai. ya, dari pertama langsung kutebak bahwa itu adalah ular meskipun istriku menganggapnya tikus. get real! mana ada tikus melata (jawaban asal seperti "tikus yg sedang keseleo, tikus yg cacat, tikus yg pakai kostum ular, dst..." tidak kuanggap!)?
istriku langsung menjauh karena perintahku, tapi yang kukhawatirkan adalah si bibi. pembantuku itu langsung membuka pintu garasi ketika aku menekan klakson. aku berteriak untuk jangan mendekat karena ada ular, dan dia langsung menurut karena ular itu terlihat olehnya. aku merasa lega mengatahui hal itu mengingat mata pembantuku itu agak2 rabun sedangkan kondisi ruangan remang2. kubiarkan lamu motor menyala dan mauk ke rumah lewat pintu teras. bibi mengatakan kalau ular itu ada di bawah papan setrikaan. aku membuka pintu dapur untuk memastikan, dan memang benar... SEEKOR ULAR SEGEDE GABAN! (tentang kenapa aku suka menyebut segede gaban, di posting selanjutnya saja...) aku langsung menutup pintu kembali. istriku menyuruhku untuk mengusir ular itu (instead of kill it!) karena waktu itu maghrib (another javanese superstitious). tantu saja apapun yg kulakukan, aku harus membuka pintu dapur! jadi, kubuka pintu dapur...
yes...!!! ternyata itu ular kobra! meskipun kobra kampung, tetep kobra namanya! kepalanya spontan naik ketika aku membuka pintu dapur, makanya aku tahu itu ular kobra (sekali lagi, tanggapan asal seperti "selain kobra ada jg ular yg bisa mengangkat kepala: ular yg namanya dipanggil, ular lagi joget, ular lagi menghadap bendera, dst..." tidak kuanggap!!!).
klik kalimat ini untuk mencari tahu tentang ular kobra
refleks aku menutup pintu karena kulihat ular itu hendak masuk ke rumah. grek...
ok! sebagian dari kalian boleh menganggap membunuh (bagiku itu bukan pembunuhan...) binatang di malam hari (terutama ular) di malam hari itu tabu. well, aku tidak mau dipatuk ular kobra (kobra kampung lagi!). jadi ketika kepala ular itu terjepit pintu, kuinjak keras2 (untungnya aku masih pakai sepatu...). setelah memastikannya mati, aku baru tahu kalau ular itu panjangnya kira2 80-85 cm (ketika kujajarkan di lantai keramik, panjangnya kurang dr 3 keramik ukuran 30 cm). warnanya hitam total (namanya juga kobra kampung). aku membuangnya di tempat sampah.
sangat mudah membangkitkan niat membunuh ular dan membiarkan musang hidup. bagaimana kalau bangsa burung? yang langka? burung hantu misalnya? di malam hari?
ada gedung yang dijadikan sebagai penangkaran (sebenarnya sangat tidak tepat disebut sebagai penangkaran, untuk mengerti hal ini silakan mencari tahu tentang...) burung walet. masih kosong. sebenarnya sempat masuk beberapa ekor burung walet, tetapi kemudian kabur lagi (dan sudah berulang kali) karena burung hantu. selama gedung itu berdiri, ayahku sudah menembak 5 ekor burung hantu sedangkan aku cuma satu.
klik kalimat ini untuk mencari tahu tentang burung hantu
ya, burung hantu memang dilindungi, tapi bisnis adalah bisnis. siapa yg terkuat dia yang menang? yang pasti, ketika melihat burung hantu itu, aku dengan yakin menembaknya. well, 1 shoot enough to drop it down. tapi aku harus menembaknya lagi untuk memastikannya mati segera (aku tidak mau menyiksanya). apalagi ketika itu bulan telah datang.
sebelumnya kami (aku dan istri) sedang dalam perjalanan pulang ketika bulan purnama muncul. kemarin dimulainya nifsu sya'ban. bulan tampil dengan indahnya. aku sempat ingat kata teman kantorku kalau akan ada gerhana bulan. sayangnya aku lupa kapan.
ya! benar! bagi anda sangat suka astronomi (dan jg yg suka astrologi) psti tahu kalau gerhana bulan terjadi malam tadi! sial! sial! sial! tahu begitu kuturuti istriku untuk memandang bulan di tengah malam. kami memang suka melakukannya, mungkin karena kami mempunyai kesamaan.
kesamaan yang dimiliki oleh bulan, burung hantu, ular dan musang.
kami merasa nyaman hidup di malam hari....
ps : maaf kepada teman2 nokturnalku yg lain krn belum diceritakan di postingan ini. postingan selanjutnya, OK?
kemarin ketika baru saja meninggalkan kantor istri, aku melihat seekor musang yang sangat besar. musang itu mungkin ditangkap oleh penduduk setempat karena (sekali lagi : mungkin) hendak mencuri ayam. musang dikenal sebagai pencuri ayam. entu saja, bagi para musang hal itu bukan suatu tindak kriminal. mereka cuma mempertahankan hidup.
klik kalimat ini untuk mencari tahu tentang musang
well, ketika kuceritakan pada istriku, ternyata ia juga melihatnya. kebetulan hari itu ia pulang lebih cepat dari biasanya dan di perjalanan ia melihat musang itu sedang dijadikan tontonan orang banyak. kakinya diikat, dan ia terlihat cemas. istriku melihat ada tetesan darah di beberapa bagian tubuhnya. mungkin kena pukul?
kasihan yah... ihik! ihik! hik! hik! hik!
bagaimanapun kemungkinan musang itu akan dibunuh (untuk dijual kulitnya yang memiliki pola rambut unik) sangat kecil. masyarakat jawa masih memandang musang sebagai bagian dari kucing, dan meski kucing liar sering dijauhi, masih saja banyak yang memperlakukannya dengan lebih baik. minimal kalau kucing tertabrak, si supir akan berhenti dan mengurusnya lebih dulu (minimal dilihat...). hal yang jauh berbeda dialami oleh ular.
sore harinya ketika maghrib menjelang, aku dan istriku sampai di rumah. dalam kondisi remang-remang aku melihat sebuah (atau seutas? seekor?) benda panjang mencurigakan di bawah, di sela pintu garasi dan lantai. ya, dari pertama langsung kutebak bahwa itu adalah ular meskipun istriku menganggapnya tikus. get real! mana ada tikus melata (jawaban asal seperti "tikus yg sedang keseleo, tikus yg cacat, tikus yg pakai kostum ular, dst..." tidak kuanggap!)?
istriku langsung menjauh karena perintahku, tapi yang kukhawatirkan adalah si bibi. pembantuku itu langsung membuka pintu garasi ketika aku menekan klakson. aku berteriak untuk jangan mendekat karena ada ular, dan dia langsung menurut karena ular itu terlihat olehnya. aku merasa lega mengatahui hal itu mengingat mata pembantuku itu agak2 rabun sedangkan kondisi ruangan remang2. kubiarkan lamu motor menyala dan mauk ke rumah lewat pintu teras. bibi mengatakan kalau ular itu ada di bawah papan setrikaan. aku membuka pintu dapur untuk memastikan, dan memang benar... SEEKOR ULAR SEGEDE GABAN! (tentang kenapa aku suka menyebut segede gaban, di posting selanjutnya saja...) aku langsung menutup pintu kembali. istriku menyuruhku untuk mengusir ular itu (instead of kill it!) karena waktu itu maghrib (another javanese superstitious). tantu saja apapun yg kulakukan, aku harus membuka pintu dapur! jadi, kubuka pintu dapur...
yes...!!! ternyata itu ular kobra! meskipun kobra kampung, tetep kobra namanya! kepalanya spontan naik ketika aku membuka pintu dapur, makanya aku tahu itu ular kobra (sekali lagi, tanggapan asal seperti "selain kobra ada jg ular yg bisa mengangkat kepala: ular yg namanya dipanggil, ular lagi joget, ular lagi menghadap bendera, dst..." tidak kuanggap!!!).
klik kalimat ini untuk mencari tahu tentang ular kobra
refleks aku menutup pintu karena kulihat ular itu hendak masuk ke rumah. grek...
ok! sebagian dari kalian boleh menganggap membunuh (bagiku itu bukan pembunuhan...) binatang di malam hari (terutama ular) di malam hari itu tabu. well, aku tidak mau dipatuk ular kobra (kobra kampung lagi!). jadi ketika kepala ular itu terjepit pintu, kuinjak keras2 (untungnya aku masih pakai sepatu...). setelah memastikannya mati, aku baru tahu kalau ular itu panjangnya kira2 80-85 cm (ketika kujajarkan di lantai keramik, panjangnya kurang dr 3 keramik ukuran 30 cm). warnanya hitam total (namanya juga kobra kampung). aku membuangnya di tempat sampah.
sangat mudah membangkitkan niat membunuh ular dan membiarkan musang hidup. bagaimana kalau bangsa burung? yang langka? burung hantu misalnya? di malam hari?
ada gedung yang dijadikan sebagai penangkaran (sebenarnya sangat tidak tepat disebut sebagai penangkaran, untuk mengerti hal ini silakan mencari tahu tentang...) burung walet. masih kosong. sebenarnya sempat masuk beberapa ekor burung walet, tetapi kemudian kabur lagi (dan sudah berulang kali) karena burung hantu. selama gedung itu berdiri, ayahku sudah menembak 5 ekor burung hantu sedangkan aku cuma satu.
klik kalimat ini untuk mencari tahu tentang burung hantu
ya, burung hantu memang dilindungi, tapi bisnis adalah bisnis. siapa yg terkuat dia yang menang? yang pasti, ketika melihat burung hantu itu, aku dengan yakin menembaknya. well, 1 shoot enough to drop it down. tapi aku harus menembaknya lagi untuk memastikannya mati segera (aku tidak mau menyiksanya). apalagi ketika itu bulan telah datang.
sebelumnya kami (aku dan istri) sedang dalam perjalanan pulang ketika bulan purnama muncul. kemarin dimulainya nifsu sya'ban. bulan tampil dengan indahnya. aku sempat ingat kata teman kantorku kalau akan ada gerhana bulan. sayangnya aku lupa kapan.
ya! benar! bagi anda sangat suka astronomi (dan jg yg suka astrologi) psti tahu kalau gerhana bulan terjadi malam tadi! sial! sial! sial! tahu begitu kuturuti istriku untuk memandang bulan di tengah malam. kami memang suka melakukannya, mungkin karena kami mempunyai kesamaan.
kesamaan yang dimiliki oleh bulan, burung hantu, ular dan musang.
kami merasa nyaman hidup di malam hari....
ps : maaf kepada teman2 nokturnalku yg lain krn belum diceritakan di postingan ini. postingan selanjutnya, OK?
Subscribe to:
Posts (Atom)