Saturday, August 19, 2006

Nujuh Belasan

merdeka...!!! sekali merdeka tetap merdeka!!!

seminggu belakangan ini masih kudengar kata-kata itu. rasanya koq ya masih bisa terharu (ok, ini masanya aku menjadi sentimentil) mendengar itu saat kondisi bangsa yang kebanyakan rakyatnya mulai melupakan apa arti merdeka. kenapa tidak? kebanyakan dari kami lahir setelah bangsa ini merdeka dan mulai menjadi salah satu negara yang terpandang (apalagi mengingat umurnya yang masih baru, apalagi negara ini lahir atas perjuangan dan bukannya pemberian!!!). sebagian besar dari kami hidup ketika hedonisme mulai menjadi karakter baru di negara yang memiliki total pantai terpanjang sedunia (karena pulaunya banyak...). sungguh sulit merasakan bagaimana susahnya kehidupan penjajahan dan perang apabila kita tidak mengalaminya (tentu saja itu berlaku bagi pelajaran lain, pengalaman adalah guru yang terbaik!), yang kita bisa lakukan cuma mebayangkannya berdasarkan cerita-cerita kakek-nenek kita, lewat film-film dokumenter yang masih hitam-putih dgn kualitas gambar rendah, atau dari monumen-monumen peringatan , atau musium, atau batu-batu nisan.... dan semua cuma saksi bisa, tidak bisa diajak berinteraktif, apalagi berada di dalamnya.

jadi ingat komik Pluto no.2 karangan maestro Urasawa Naoki dan Osamu Tezuka yg aku baca beberapa hari lalu, ada dialog tentang 2 robot (yg sudah begitu menyerupai manusia hingga artifficial intelligent mereka mendekati hati/perasaan manusia). di dekat mereka berdiri sebuah patung (monumen) peringatan. salah satu dr mereka berkata,

"manusia mendirikan patung itu untuk mengingat, karena mereka tidak seperti kita yang harus menghapus data bila ingin melupakan sesuatu"

untungnya jadi manusia? coba kalau otak kita bagaikan memori berkapasitas beberapa terra byte (atau mungkin lebih besar dari itu) sehingga semua data yang masuk tidak akan hilang kecuali oleh sebuah kesengajaan.

heuh, gak usah terlalu jauh mikir kali ye? saat ini, dengan ikut memeriahkan hari kemerdekaan kita jg ikut menghargai hasil perjuangan pahlawan kita dulu kan? memang terdengar sepele, tapi kupikir, seandainya kita masih bisa memeriahkan hari kemerdekaan, lalu dengan rasa kita meresapkannya di hati, sepertinya sih, kemungkinan kita untuk merusak alam, memakan harta anak yatim, mencuri, merampok, korupsi, dan tindakan kriminal lain cuma demi kepentingan pribadi..., bisa berkurang kan?

ya nggak?

...

eh be-te-we... knp sih kita (yg di jawa) tidak menyebut hari kemerdekaan kita dengan "nujuh belasan" tapi tetap "tujuh belasan"?

No comments: