Saturday, April 15, 2006

seperti penangkap udang, seperti memancing di kolam

aku tinggal di sebuah kota yang berbatasan dengan propinsi jawa tengah dan pantai utara. sebuah kota yang dikenal dengan udang-udang kecilnya. bagi yg masih hafal dengan pelajaran geografi dan sejarah ketika masih di bangku sekolah akan tahu nama kota ini : cirebon.

belakangan ini aku semakin sering melewati waktu senggang bersama seorang teman untuk menikmati pantai laut jawa yang lebih banyak lumpurnya daripada pasir putih (kalau tidak boleh dikatakan tidak ada...). kami terkadang membawa kamera digital untuk sekedar memuaskan hasrat camera freak kami. waktu lain, kami membawa pancingan dan mencoba peruntungan dalam menangkap ikan. hasilnya lebih banyak kepanasan daripada ikannya. itu masih lebih baik daripada kehilangan banyak kail tapi tidak mendapatkan ikan seekorpun!!!

satu hari dari banyak hari yang kulewati bersama teman lama saya itu, ia bercerita:

"tau ngga gimana cara nelayan nangkep udang?"
sebenarnya saya tahu beberapa cara, tapi yg saya ingin dengar adalah cara menangkap udang versi lain.
"kamu tau anco ngga?"
aku taunya sih ancol...
"kalo kamu suka liat di pinggil sungai ada tiang ungkit bambu dan ada jaringnya gede? nah itu anco!"
aku manggut-manggut.
"nah, nelayan itu kl mau nangkep udang akan membawa umpan, trus disebar di jaring anco, trus dicelupin. kalo malem pake lampu di atas jaring. nanti udang-udang itu tertarik dengan cahaya lampu, dia juga tertarik sama umpan di anco. lama-lama ngumpul udangnya, tinggal diangkat ke atas. wah..., bisa dapet banyak banget!"
ternyata sama dengan salah satu cara yg saya ketahui, tapi saya betul-betul tidak tahu kalau alat itu namanya anco. bagaimanapun, enak ya di negara kita? gampang amat dapet udang yg kalau di luar negeri harganya bisa puluhan dolar amerika...

bagaimana kalau kasusnya kondisi laut sekarang? apakah masih bisa? sudah lumayan lama aku tidak melihat anco-anco di pinggir sungai dekat rumahku tinggal (ada banyak sungai sepanjang pantai utara). mungkin udang-udang sudah banyak yg tertangkap anco? atau sudah banyak yg menggunakan tambak sehingga penangkapan udang berkurang? atau memang udang-udang itu banyak yg mati kena pencemaran limbah?

sambil menerawang memperhatikan beberapa pemancing yg memperhatikan pelampung pancing mereka dari atas darmaga pelabuhan, aku ingat cerita seorang guruku:

"apa ada diantara anda sekalian tahu cara memancing yg mudah?"
aku juga punya beberapa cara, tapi bisa jadi guruku itu tahu cara lain.
"caranya: masukkan ikan-ikan kelaparan ke dalam kolam. jangan beri ikan-ikan itu makan selama 2-3 hari. nah, baru kita pancing ikan-ikan itu disaat kelaparan."
oh, ternyata caranya mirip dengan yang aku pikirkan.

dalam banyak kasus, kedua cerita itu saya ingat-ingat sebagai pedoman sebagai cara penyelesaian (boleh juga disebut strategi). sebenarnya ingin saya bercerita lebih banyak lagi, tapi hal itu tidak akan membuat otak kita semakin pintar karena kurang digunakan (padahal sih, emang sudah mulai males nulis karena user di warnet sudah mulai rame, jadi mau nggak mau harus tergusur... hehehe!).

sebagai petunjuk, intisarinya adalah :
buatlah apa yg ingin anda tunjukkan dengan semenarik mungkin. kemudian, bila objek yg kita inginkan mulai memberi perhatian, buatlah objek itu menjadi sangat membutuhkan kita. dengan demikian kita bisa melakukan banyak hal pada objek itu.

hi hi hi......!!!

No comments: