sepertinya aku harus ngaku kenapa sekarang lagi suka pakai serba hitam. yang jelas bukan mau melayat! sekarang perhatikan : dari cerita di bawah ini, yg salah aku atau aku???
selasa 25 april 2006,
seseorang merayakan hari lahirnya (ntah bagaimana caranya merayakannya). jadi ku-sms saja (kl telpon, sepertinya terlalu berlebihan...) : "met ultah sis'! moga sukses selalu, moga makin cantik! he3X!". kalo gitu doank, ngga berlebihan toh? yg bilang itu salah satu pelatuk untuk menuju sebuah affair tingkat tinggi, akan merasakan sebuah kepalan tanganku. minimal kubanting...
tapi...,
*kriiing*
nomor siapa ini?
"hai..."
oh, si blorong (pembokat di rumah satu lagi) toh.
"gue!"
mampus! ternyata yang tadi pagi aku sms...
"lagi ngapain? peluk-pelukan sama bini ya?"
yo'i! ngapain lagi? udeh halal... he3x!
"hu! dasar lo ya! kenapa sih, si ******* ga nganterin undangan lo? kl gw tau khan gw bakalan dateng 3 hari sebelumnya! lagian lo juga, baru sms gw jam 1/2 3! pas hari h lagi! (dia emang (tanpa sengaja?) telat (diberi) tahu kalo aku mau kawin sama orang lain...)"
jah... cerewetnya kumat.
lalu bercerita, ngobrol, ketawa, sampai akhirnya pamit karena mau ke toilet.
Wednesday, April 26, 2006
ganti wajah
yeah... ganti wajah dulu deh. mumpung sekarang lagi serba hitam : celana dalem (gt-man), kemeja (hugo), jins (hugo), kaus kaki (polo), sepatu (gats), mobil (innova g). hm... lumayan keren lah, mumpung bisa mejeng....
oh iya, ada lagi yg hitam : semua rambut (ikal), bola mata (sebenarnya sih kecoklatan..., pengennya!), dan... kulit.... nah, kl kulitku emang kecoklatan, bukan hitam. berani sumpah! samber petir!
*jderrr*
iya dah, sekarang item! tapi khan itu gara-gara kesamber petir!
hiks
siyalll...!!!
oh iya, ada lagi yg hitam : semua rambut (ikal), bola mata (sebenarnya sih kecoklatan..., pengennya!), dan... kulit.... nah, kl kulitku emang kecoklatan, bukan hitam. berani sumpah! samber petir!
*jderrr*
iya dah, sekarang item! tapi khan itu gara-gara kesamber petir!
hiks
siyalll...!!!
Saturday, April 22, 2006
secangkir kopi di pagi hari
salah satu yg membuat saya bergairah saat memulai hidup di pagi (atau subuh dini hari) adalah secangkir kopi. saya lupa apa pernah menyebutkannya di postingan sebelumnya, tapi tidak ada salahnya untuk memposting materi yg mirip, bukan?
sejauh daya ingat saya (yg dangkal), pertama kali saya mencoba menikmati kopi adalah ketika smp (jadi lebih duluan saya nonton bokep yaitu ketika kelas 4 sd.... halah! apa hubungannya?). saya katakan sekali lagi : "menikmati", karena jauh beberapa tahun sebelumnya saya pernah mencoba untuk merasakan kopi. ketika langit-langit mulut saya sudah cukup bisa mentolerir rasa kopi, saya langsung merasakan sensasinya. saya kira sensasi kopi punya efek yg hampir-hampir mirip bagi sebagian besar orang, jadi saya tidak akan menceritakannya lebih jauh.
perjalanan saya menjalani hidup termasuk memperhatikan dunia di sekeliling saya, membuat saya jadi memiliki impian yg mungkin terdengar biasa tapi sangat berarti bagi saya : menikmati secangkir kopi di pagi hari. aneh ya? sesuatu yg biasa tapi sangat berarti! terlalu susah untuk menjelaskannya kenapa, karena masih absurd bagi saya. ketika saya kuliah, saya punya cukup dana untuk menikmati kopi hasil racikan coffee maker. belakangan hampir-hampir tidak pernah saya pakai coffee maker itu berhubung budget keluarga saya masih terlalu sayang untuk dibuang-buang demi sebuah citra rasa dengan membeli sebungkus kertas penyaring kopi. cukup kopi instan.
pernah suatu ketika saya menginap di rumah teman yg sudah menikah. ketika pagi hari saya bangun, sudah tersedia secangkir kopi instan yg masih panas, terlihat dari kepulan asap yg melayang darinya. teman saya melihat kesenangan saya ketika mendapatkannya, ia lalu berkata, "makanya, buruan kawin. enak kan kl udah punya bini? pagi-pagi sudah dibikinin kopi!". sebenarnya sih, kl cuma sekedar dibuatkan kopi setiap pagi, pembantu saya juga bisa! tapi yg menjadi inti kalimat itu adalah : menerima ungkapan rasa kasih dari seseorang lewat secangkir kopi di pagi hari.
yeah! memang pada kenyataanya banyak yg mendapatkan secangkir kopi hangat di pagi hari bukan dari istrinya. mungkin dari pacarnya, selingkuhannya... ungkapan sayang antar sepasang kekasih khan bukan berarti suami-istri? `tul ga? sebenarnya seseorang yg paling sering melakukannya untuk saya (sampai tulisan ini diposting) justru bukan istri saya (atau dia sebelum menjadi istri saya) meskipun istri saya itu juga sangat menyukai kopi. wanita itu adalah salah satu dari (kalau boleh mengambil ungkapan dari novel serial harry potter) "the-one-who-cannot-be-named". seseorang yg bagi istri saya lebih berbahaya dari semua mantan pacar saya. gile ye? tapi memang begitulah, walaupun kami tidak pernah pacaran! dulu (ngga tau de, sekarang gimana...), setiap kali saya menginap di rumahnya (atau kost, atau hotel, atau rumah siapa, atau kost-annya siapa, pokoknya bangunan nyaman dan kami bisa tidur bareng!) selalu pagi hari dihiasi dengan secangkir kopi (tentu saja ada yg lain seperti rokok dan makanan kecil). apa saya sudah menyebutkan kata "selalu"? oh sudah ya...
well, saya pernah juga mendapatkannya dari beberapa orang lain, tapi yg paling berkesan ya cuma dia. kenapa? bayangkan saja : pacar bukan, istri bukan, bisa menghabiskan waktu semalaman (atau seharian..., paling lama 3 harian...) dan sampai pada satu pernyataan : we're nothing than an affair relationship. halah?
well, saatnya membeli kopi untuk persediaan. kopi instan sudah cukuplah.
sejauh daya ingat saya (yg dangkal), pertama kali saya mencoba menikmati kopi adalah ketika smp (jadi lebih duluan saya nonton bokep yaitu ketika kelas 4 sd.... halah! apa hubungannya?). saya katakan sekali lagi : "menikmati", karena jauh beberapa tahun sebelumnya saya pernah mencoba untuk merasakan kopi. ketika langit-langit mulut saya sudah cukup bisa mentolerir rasa kopi, saya langsung merasakan sensasinya. saya kira sensasi kopi punya efek yg hampir-hampir mirip bagi sebagian besar orang, jadi saya tidak akan menceritakannya lebih jauh.
perjalanan saya menjalani hidup termasuk memperhatikan dunia di sekeliling saya, membuat saya jadi memiliki impian yg mungkin terdengar biasa tapi sangat berarti bagi saya : menikmati secangkir kopi di pagi hari. aneh ya? sesuatu yg biasa tapi sangat berarti! terlalu susah untuk menjelaskannya kenapa, karena masih absurd bagi saya. ketika saya kuliah, saya punya cukup dana untuk menikmati kopi hasil racikan coffee maker. belakangan hampir-hampir tidak pernah saya pakai coffee maker itu berhubung budget keluarga saya masih terlalu sayang untuk dibuang-buang demi sebuah citra rasa dengan membeli sebungkus kertas penyaring kopi. cukup kopi instan.
pernah suatu ketika saya menginap di rumah teman yg sudah menikah. ketika pagi hari saya bangun, sudah tersedia secangkir kopi instan yg masih panas, terlihat dari kepulan asap yg melayang darinya. teman saya melihat kesenangan saya ketika mendapatkannya, ia lalu berkata, "makanya, buruan kawin. enak kan kl udah punya bini? pagi-pagi sudah dibikinin kopi!". sebenarnya sih, kl cuma sekedar dibuatkan kopi setiap pagi, pembantu saya juga bisa! tapi yg menjadi inti kalimat itu adalah : menerima ungkapan rasa kasih dari seseorang lewat secangkir kopi di pagi hari.
yeah! memang pada kenyataanya banyak yg mendapatkan secangkir kopi hangat di pagi hari bukan dari istrinya. mungkin dari pacarnya, selingkuhannya... ungkapan sayang antar sepasang kekasih khan bukan berarti suami-istri? `tul ga? sebenarnya seseorang yg paling sering melakukannya untuk saya (sampai tulisan ini diposting) justru bukan istri saya (atau dia sebelum menjadi istri saya) meskipun istri saya itu juga sangat menyukai kopi. wanita itu adalah salah satu dari (kalau boleh mengambil ungkapan dari novel serial harry potter) "the-one-who-cannot-be-named". seseorang yg bagi istri saya lebih berbahaya dari semua mantan pacar saya. gile ye? tapi memang begitulah, walaupun kami tidak pernah pacaran! dulu (ngga tau de, sekarang gimana...), setiap kali saya menginap di rumahnya (atau kost, atau hotel, atau rumah siapa, atau kost-annya siapa, pokoknya bangunan nyaman dan kami bisa tidur bareng!) selalu pagi hari dihiasi dengan secangkir kopi (tentu saja ada yg lain seperti rokok dan makanan kecil). apa saya sudah menyebutkan kata "selalu"? oh sudah ya...
well, saya pernah juga mendapatkannya dari beberapa orang lain, tapi yg paling berkesan ya cuma dia. kenapa? bayangkan saja : pacar bukan, istri bukan, bisa menghabiskan waktu semalaman (atau seharian..., paling lama 3 harian...) dan sampai pada satu pernyataan : we're nothing than an affair relationship. halah?
well, saatnya membeli kopi untuk persediaan. kopi instan sudah cukuplah.
Saturday, April 15, 2006
seperti penangkap udang, seperti memancing di kolam
aku tinggal di sebuah kota yang berbatasan dengan propinsi jawa tengah dan pantai utara. sebuah kota yang dikenal dengan udang-udang kecilnya. bagi yg masih hafal dengan pelajaran geografi dan sejarah ketika masih di bangku sekolah akan tahu nama kota ini : cirebon.
belakangan ini aku semakin sering melewati waktu senggang bersama seorang teman untuk menikmati pantai laut jawa yang lebih banyak lumpurnya daripada pasir putih (kalau tidak boleh dikatakan tidak ada...). kami terkadang membawa kamera digital untuk sekedar memuaskan hasrat camera freak kami. waktu lain, kami membawa pancingan dan mencoba peruntungan dalam menangkap ikan. hasilnya lebih banyak kepanasan daripada ikannya. itu masih lebih baik daripada kehilangan banyak kail tapi tidak mendapatkan ikan seekorpun!!!
satu hari dari banyak hari yang kulewati bersama teman lama saya itu, ia bercerita:
"tau ngga gimana cara nelayan nangkep udang?"
sebenarnya saya tahu beberapa cara, tapi yg saya ingin dengar adalah cara menangkap udang versi lain.
"kamu tau anco ngga?"
aku taunya sih ancol...
"kalo kamu suka liat di pinggil sungai ada tiang ungkit bambu dan ada jaringnya gede? nah itu anco!"
aku manggut-manggut.
"nah, nelayan itu kl mau nangkep udang akan membawa umpan, trus disebar di jaring anco, trus dicelupin. kalo malem pake lampu di atas jaring. nanti udang-udang itu tertarik dengan cahaya lampu, dia juga tertarik sama umpan di anco. lama-lama ngumpul udangnya, tinggal diangkat ke atas. wah..., bisa dapet banyak banget!"
ternyata sama dengan salah satu cara yg saya ketahui, tapi saya betul-betul tidak tahu kalau alat itu namanya anco. bagaimanapun, enak ya di negara kita? gampang amat dapet udang yg kalau di luar negeri harganya bisa puluhan dolar amerika...
bagaimana kalau kasusnya kondisi laut sekarang? apakah masih bisa? sudah lumayan lama aku tidak melihat anco-anco di pinggir sungai dekat rumahku tinggal (ada banyak sungai sepanjang pantai utara). mungkin udang-udang sudah banyak yg tertangkap anco? atau sudah banyak yg menggunakan tambak sehingga penangkapan udang berkurang? atau memang udang-udang itu banyak yg mati kena pencemaran limbah?
sambil menerawang memperhatikan beberapa pemancing yg memperhatikan pelampung pancing mereka dari atas darmaga pelabuhan, aku ingat cerita seorang guruku:
"apa ada diantara anda sekalian tahu cara memancing yg mudah?"
aku juga punya beberapa cara, tapi bisa jadi guruku itu tahu cara lain.
"caranya: masukkan ikan-ikan kelaparan ke dalam kolam. jangan beri ikan-ikan itu makan selama 2-3 hari. nah, baru kita pancing ikan-ikan itu disaat kelaparan."
oh, ternyata caranya mirip dengan yang aku pikirkan.
dalam banyak kasus, kedua cerita itu saya ingat-ingat sebagai pedoman sebagai cara penyelesaian (boleh juga disebut strategi). sebenarnya ingin saya bercerita lebih banyak lagi, tapi hal itu tidak akan membuat otak kita semakin pintar karena kurang digunakan (padahal sih, emang sudah mulai males nulis karena user di warnet sudah mulai rame, jadi mau nggak mau harus tergusur... hehehe!).
sebagai petunjuk, intisarinya adalah :
buatlah apa yg ingin anda tunjukkan dengan semenarik mungkin. kemudian, bila objek yg kita inginkan mulai memberi perhatian, buatlah objek itu menjadi sangat membutuhkan kita. dengan demikian kita bisa melakukan banyak hal pada objek itu.
hi hi hi......!!!
belakangan ini aku semakin sering melewati waktu senggang bersama seorang teman untuk menikmati pantai laut jawa yang lebih banyak lumpurnya daripada pasir putih (kalau tidak boleh dikatakan tidak ada...). kami terkadang membawa kamera digital untuk sekedar memuaskan hasrat camera freak kami. waktu lain, kami membawa pancingan dan mencoba peruntungan dalam menangkap ikan. hasilnya lebih banyak kepanasan daripada ikannya. itu masih lebih baik daripada kehilangan banyak kail tapi tidak mendapatkan ikan seekorpun!!!
satu hari dari banyak hari yang kulewati bersama teman lama saya itu, ia bercerita:
"tau ngga gimana cara nelayan nangkep udang?"
sebenarnya saya tahu beberapa cara, tapi yg saya ingin dengar adalah cara menangkap udang versi lain.
"kamu tau anco ngga?"
aku taunya sih ancol...
"kalo kamu suka liat di pinggil sungai ada tiang ungkit bambu dan ada jaringnya gede? nah itu anco!"
aku manggut-manggut.
"nah, nelayan itu kl mau nangkep udang akan membawa umpan, trus disebar di jaring anco, trus dicelupin. kalo malem pake lampu di atas jaring. nanti udang-udang itu tertarik dengan cahaya lampu, dia juga tertarik sama umpan di anco. lama-lama ngumpul udangnya, tinggal diangkat ke atas. wah..., bisa dapet banyak banget!"
ternyata sama dengan salah satu cara yg saya ketahui, tapi saya betul-betul tidak tahu kalau alat itu namanya anco. bagaimanapun, enak ya di negara kita? gampang amat dapet udang yg kalau di luar negeri harganya bisa puluhan dolar amerika...
bagaimana kalau kasusnya kondisi laut sekarang? apakah masih bisa? sudah lumayan lama aku tidak melihat anco-anco di pinggir sungai dekat rumahku tinggal (ada banyak sungai sepanjang pantai utara). mungkin udang-udang sudah banyak yg tertangkap anco? atau sudah banyak yg menggunakan tambak sehingga penangkapan udang berkurang? atau memang udang-udang itu banyak yg mati kena pencemaran limbah?
sambil menerawang memperhatikan beberapa pemancing yg memperhatikan pelampung pancing mereka dari atas darmaga pelabuhan, aku ingat cerita seorang guruku:
"apa ada diantara anda sekalian tahu cara memancing yg mudah?"
aku juga punya beberapa cara, tapi bisa jadi guruku itu tahu cara lain.
"caranya: masukkan ikan-ikan kelaparan ke dalam kolam. jangan beri ikan-ikan itu makan selama 2-3 hari. nah, baru kita pancing ikan-ikan itu disaat kelaparan."
oh, ternyata caranya mirip dengan yang aku pikirkan.
dalam banyak kasus, kedua cerita itu saya ingat-ingat sebagai pedoman sebagai cara penyelesaian (boleh juga disebut strategi). sebenarnya ingin saya bercerita lebih banyak lagi, tapi hal itu tidak akan membuat otak kita semakin pintar karena kurang digunakan (padahal sih, emang sudah mulai males nulis karena user di warnet sudah mulai rame, jadi mau nggak mau harus tergusur... hehehe!).
sebagai petunjuk, intisarinya adalah :
buatlah apa yg ingin anda tunjukkan dengan semenarik mungkin. kemudian, bila objek yg kita inginkan mulai memberi perhatian, buatlah objek itu menjadi sangat membutuhkan kita. dengan demikian kita bisa melakukan banyak hal pada objek itu.
hi hi hi......!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)