Thursday, December 01, 2005

same blood same sense

terbangun di pagi yang hangat. menatapmu bernafas cepat (yang membuatku ragu apakah kamu masih dibuai mimpi atau terjaga). membelai dan merapikan rambutmu yang basah oleh keringat (beberapa helai darinya yang membangunkanku dari tidur). sebuah kecupan selamat pagi kusentuhkan lembut di dahimu. ketika kamu mengubah posisi tidur (atau sekedar berbaring?), aku sudah duduk di pinggir kasur single tanpa tempat tidur sambil menyalakan sebatang rokok.

"panas banget sih?" katamu tiba-tiba
oh, ternyata kamu memang sudah bangun
"bukain jendelanya donk"
aku bangun dan memenuhi permintaanmu.

sinar matahari jam 9 pagi cukup menyilaukan mata manusia yang hampir tidak tidur 1 jam pun dalam kamar yang tidak diterangi cahaya kecuali sebuah lampu tidur berbentuk ornamen langit.

"mandi gih." usulku
"enggak mau. mo tidur lagi."
"emang tadi sempat tidur?" tanyaku
diam

terdengar suara perempuan setengah baya dari luar kamar.

"bibiii!" teriakmu tiba-tiba.

aku cuma sedikit memperhatikanmu dan wanita itu ngobrol. aku yakin saat itu kondisiku berantakan (yang pasti, kamu masih tetap cantik dalam kondisi yang sama. bahkan keringatmu tetap wangi lavender. aku masih bingung kenapa). yang pasti, akhirnya aku bisa memaksamu mandi, meski pada saat itu juga aku melakukan hal yang sama.

"oi! shampoo donk!"
"nih! sabunnya udah?"
"udah. nih! atau mau gw sabunin?"
kamu tertawa.

aku selalu berfikir betapa bodohnya orang-orang yang berandai-andai waktu bisa berhenti. satu kenyataan yang harus kita hadapi adalah tidak ada satupun mahluk di dunia ini yang bisa menghentikan waktu (kecuali dalam pandangan teori relatifitas).

ternyata aku harus menyatakan diriku bodoh berulang kali. seperti pada saat itu.

kenapa cuma 18 jam? kenapa cuma 4 kali?

kemudian ketika kujilati untuk sekian kali bibir dalamku yang luka oleh gigi depanmu (sekedar mengenang apa yang terjadi beberapa jam sebelumnya...), aku sadar. disitulah letak keindahannya! apa yang akan kita rasakan seandainya kita terjebak kesamaan yang abadi? hujanpun suatu saat akan berhenti. bunga-bunga juga akan layu. keindahan ada karena ada kejelekkan. panjang ada karena ada pendek.

cerita kita tidak akan berhenti. hanya episodenya yang berbeda.

sampai ketemu. entah kapan?

No comments: