sepertinya harus dipahami dengan sudut pandang "orang cacat":
"aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu"
meskipun bukan sebuah mimpi indah, andaikan 1 dari tiap 3 malam yang kamu lewatkan dengan tidur bermimpi adalah tentangku, aku cukup terkesan. sekali lagi, meskipun dalam mimpimu itu aku menjadi siluman buaya putih...
"aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu"
sama, tidak harus seindah itu. cukup kalau ada satu atau dua kilas bayangan figurku di dalam pikiran sadarmu. walaupun itu adalah sebuah kejadian ketika perilakuku membuat perutmu ingin mengeluarkan isinya dari bibir indahmu.
"karena langkah merapuh tanpa dirimu. karena hati tlah lelah..."
sesungguhnya bukan karena langkahku lunglai, atau hatiku yang begitu lemah cepat lelah, tapi karena hatiku masih bisa bersinergi dengan otakku sehingga kerangka subjektivitas masih tetap menjadi panduanku! aku dengan penuh sensitivitas mengerti jelas apa yang kurasakan dan aku dengan penuh tanggung jawab tahu benar apa yang kulakukan.
"aku ingin menjadi sesuatu yang bisa kau sentuh"
aku tidak peduli waktu, karena meski hati penuh gejolak memberontak untuk meminta lebih, tapi otakku sadar bahwa nilai tidak hanya ditentukan kuantitas, tapi juga kualitas. apa artinya ciuman tanpa jawaban dibandingkan getaran hati yang begitu jelas menggelora saat saling menyentuhkan kedua ujung jari kita?
"aku ingin kau tahu bahwa aku selalu memujamu"
ok, aku memang mengagumimu. tapi kukira aku tak akan sampai begitu tinggi memujamu! kuanggap kamu begitu berarti, tapi bukan berarti aku menjadi hamba sahayamu. bukankah kamu sendiri mengerti kalau aku seorang bebas?
"tanpamu sepinya waktu merantai hati"
terkadang aku merasa sepi. tapi sebagai seorang "aku", aku tidak akan selalu merasakannya. karena hatiku tak bisa dirantai olehmu (meski kamu juga tidak sengaja melakukannya.).
"kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu."
be-te-we, sudah sejak 5 tahun lebih aku tidak menggubah lagu. well, hari ini 7 jam yang lalu beberapa kepingan2 partitur mampir di kepalaku saat aku sedang memangku gitar. suatu saat kamu bisa mendengarnya.
"kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada"
ada benarnya, ada tidaknya. kamu memang ada dalam hatiku hampir setiap kali kuhembuskan nafasku, bersama beberapa nama2 cantik. bukan berarti aku seorang player, cuma orang bodoh yang kadung terlalu jujur.
"hanya dirimu yang bisa membuatku tenang."
salah besar! bukan cuma kamu! kecuali kamu memfokuskannya pada sosokmu, lalu mempersempit pengertiannya...
"tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi"
apa perlu aku komentari kata2 ini juga? duhai gadis cantik berdagu lancip, aku tahu benar kamu bukan seorang bodoh! aku tidak akan merasa hilang dan tersesat dalam kubangan lumpur tanpa dasar! aku masih punya Tuhan! bila kamu tidak bisa membayangkannya, nilaimu turun 1 poin (yang sepertinya kamu terima dengan senang hati...)!
diluar itu semua, nada yang mengiringinya adalah satu2nya hal yang bisa kuterima sepenuh hati.
No comments:
Post a Comment