(atau sebuah pemikiran pesimistik???)
pernah berfikir tentang ketidakpastian? pernah berfikir tentang takdir? pernah berfikir kenapa nasib setiap orang berbeda-beda? pernah mendatangi peramal? atau menanyakan kejadian masa depan dari seorang teman yang katanya bisa menghitung kartu? atau membaca ampas kopi?
aku bukan orang yang suka mengumbar janji seenaknya. takdir itu rahasia Tuhan. bahkan Rasulullah saja pernah salah (ingat kisah ketika masa awal-awal dakwah, saat seorang yang meminta sebuah nash tentang suatu kasus, Rasulullah menjanjikannya satu hari tapi kemudian meleset? dan Allah menegurnya bahwa segala nasib, jodoh dan rejeki itu ditanganNya?)!!! adalah bodoh menganggap sesuatu akan terjadi 100% seperti yang kita mau. atau kita prediksi (bahkan prediksi bukan sebuah kata yg mengungkapkan kepastian). atau kita ramalkan (tarot, ampas kopi, batang daun teh, sendal, tafsir mimpi, dan lainnya...). semuanya tetap tidak pasti.
tapi kita manusia. kita bisa berusaha. karena kita punya otak! selama otak di kepala kita masih bekerja, kita masih bisa melakukan sesuatu. setidaknya berdoa. itulah selemah-lemahnya manusia: hanya berdoa tanpa ikhtiar? hanya otak kitalah yang membuat (atau dibuat oleh otak orang lain, atau memang didesain oleh Yang Maha Pencipta) usaha kita dibatasi!
kemudian kita membuat batasan-batasan itu menjadi lebih longgar atau lebih sempit...
seperti apa yang aku lakukan padamu (apa harus ditegaskan subjek "kamu" dengan ungkapan "wahai kasih tak sampaiku, bukan hokiku, barang haram, bagai memeluk gunung..."???)!!! tidakkah kamu mengerti betapa egonya aku, memagariku dengan benteng yang kokoh tapi membuat jalan rahasia bawah tanah untuk menemuimu? lagipula, itu tidak adil untuk kamu dan aku (seperti syair lagu apa ya?)?
lagipula, aku tidak berani memastikannya secara langsung. apakah memang seharusnya aku berkorban untukmu? karena aku masih patuh pada norma-norma timur kita (yang banyak dipengaruhi norma barat!), dan aku hidup terintegrasi di dalamnya. membuatku mementahkan semua data-data yang kudapat dari ribuan enumerator kompeten. membuatku merasa derajat sample error 0,005 sudah terlalu besar sehingga preparat-preparat itu sebaiknya dibuang saja. bahkan meski kudiferensiasi ulang, mendekripsinya dengan berbagai pemecah sandi, merumuskannya dengan rumit melebihi kemampuan gaya leibniz atau newton dalam menyusun kalkulus... tetap tidak bisa!!! memang aku tidak jadi botak seperti profesor, atau mutasi gen, atau menjadi albino, atau mahluk rawa! tidak!
aku cuma tersenyum melihatmu tertawa lirih. memandangmu kosong matamu yang hampa. menulis blog sambil menghabiskan berbatang-batang marlboro. plus kopi super pahit tentunya...
mungkin aku cuma belum bisa membedakan sebuah perasaan. tertarik? kagum? sayang? birahi? ambisi? lagipula ini khan bukan semata-mata salahku! kenapa kamu begitu banyak memiliki sifat-sifat yang kuidam-idamkan? kenapa kamu begitu cantik? kenapa kamu begitu menarik? dewasa? kaya buah pikiran? sensual? kaya?
(untuk yang membaca blog ini, entah siapa dan kapan.... ok, kuakui, ini tentang seseorang)
kalau boleh sekarang menyanyikan lagu yang menjadi salah satu soundtrack film ada apa dengan cinta (ada dimana gitarku saat kubutuhkan...?):
teruntukmu hatiku, ingin ku bersuara
merangkai semua tanya, imaji yang terlintas
berjalan pada satu tanya slalu menggangguku
seseorang itukah dirimu kasih
kepada yang tercinta inginku mengeluh
semua resah di diri mencari jawab pasti
akankah seseorang yang diinginkan kan hadir
raut halus menyelimuti jantungku
reff :
cinta hanyalah cinta, hidup dan mati untukmu
mungkinkah semua tanya kau yang jawab
dan tentang seseorang itu pula dirimu
ku bersumpah akan mencinta
(anda "tentang seseorang" ost. ada apa dengan cinta)
well, meski aku juga bersumpah telah mencintaimu, tapi aku tidak bisa membuktikannya menjadi nyata padamu. seperti yang kubilang, aku mempunyai batasan-batasan. seperti lagu yang di bawah ini (gila, aku memang sebaiknya jadi penyanyi profesional. minimal pengamen!):
i can't stand to fly
i'm not that naive
i'm just out to find
the better part of me
i'm more than a bird
i'm more than a plane
more than some pretty face beside a train
it's not easy to be me
wish that i could cry
fall upon my knees
find a way to lie
about a home i'll never see
it may sound absurd
but don't be naive
even heroes have the right to bleed
i may be disturbed
but won't you concede
even heroes have the right to dream
it's not easy to be me
up, up and away
away from me
it's all right
you can all sleep sound tonight
i'm not crazy
or anything
i can't stand to fly
i'm not that naive
men weren't meant to ride
with clouds between their knees
i'm only a man in a silly red sheet
digging for kryptonite on this one way street
only a man in a funny red sheet
looking for special things inside of me
it's not easy to be me
(five for fighting "superman (it's not easy") ost. smallville)
got the pont? aku tetaplah aku. sehebat-hebatnya aku, aku manusia biasa. yang memiliki batasan-batasan. salah satunya adalah keterbatasan...
bagaimana sebaiknya aku menentukan sikap kepadamu???
nb:
for you who'd calm me down by saying, "it's enough for us to be a best friend. let's do it as usually we've done". yiha! boleh ttm nih ???
No comments:
Post a Comment