halah... esek-esek lagih?
ntar dulu!!!
sekedar ingin menanggapi beberapa blog yang ditulis oleh seorang dari kaum hawa (kebetulan aku lagi iseng setengah hidup sampai baca-baca arsip blog-blog cewek).
katanya, cinta pertama itu adalah cinta yang paling murni dalam sejarah kehidupan laki-laki dan perempuan. kenapa? karena pada saat kita mengalami cinta pertama (tidak selalu pacar pertama), perasaan cinta itu tidak dipengaruhi embel-embel birahi, materi, dan sejenisnya. cinta pertama itu begitu lugu, polos, kekanakan dan menggemaskan.
jadi ingat, cinta pertamaku. waktu itu masih kelas berapa ya? tapi yang jelas, aku ingat betul. ingat sekali. begitu nyata. AKU SUDAH MENGERTI APA FUNGSINYA ALAT KELAMIN LAKI-LAKI PADA ALAT KELAMIN WANITA!!! beneran! serius! dan aku yakin kalau kasus itu tidak hanya dialami olehku. kalo tidak salah, menurut oom freud, libido seorang manusia bisa jadi sudah lahir sejak masih berumur 5 tahunan (jd bisa lebih bisa kurang). pengertian libido disini memang bukan berarti directly menunjuk pada birahi untuk bersenggama, lebih sederahana (atau masih sederhana), tapi ya tetep namanya libido. tidak yakin benar atau tidak, tapi yang jelas aku mengalami mimpi basah pertama kali (seingatku) ketika masih duduk di kelas 3 atau 4 sd (berarti mungkin masih berumur 8-9 tahun).
hiks???
well, mungkin itu cuma kasus yang jarang terjadi ya?
ah, enggak ah!
bagaimanapun, sebuah hubungan yang baik memang tidak cuma dilandasi cinta toh? menurutku, nafsu birahi merupakan anugrah Tuhan juga supaya kita jadi lebih menikmati sebuah hubungan (bayangkan kalau laki-laki em-el rasanya seperti batang penismu dijepit pintu kayu yg belum diserut, atau kalau perempuan em-el rasanya seperti lubang vaginamu dirobek dengan gergaji karatan --maaf kalau terlalu vulgar--, umat manusia sudah punah sejak dulu!). begitu juga nafsu materi. beberapa contoh yang menurutku patut diperhatikan adalah sebuah kisah nyata bahwa ada seorang laki-laki bijaksana menikahi seorang wanita untuk membantunya secara materi (yang juga pernah terjadi sebaliknya di kasus berbeda, seorang wanita menikahi seorang laki-laki karena ingin membantunya secara materi. dan tentu untuk kemudian membuat laki-laki itu bisa mulai menafkahi!!!).
meski tak bisa dipungkiri, seringkali nafsu birahi, materi, politik, dan sejenisnya-dan sejenisnya..., lebih sering datang daripada cinta.
hanya ada sekeping cinta dan sejuta birahi? aku tidak ingin mencecar dengan sugesti, hanya memaparkan apa yang aku alami. aku toh tidak begitu idealis. (halah, jadi puitis?)
Tuhan jauh lebih tahu dari segalanya.
tambahan : aku juga pernah merasakan cinta dengan sedikit nafsu. belakangan ini.
Wednesday, December 28, 2005
Tuesday, December 27, 2005
Stand Up For Love
by Destiny's Child
[Beyonce]
There are times I find it hard to sleep at night
We are living through such troubled times
And every child that reaches out for someone to hold
For one moment they become my own
And how can I pretend that I don�t know what�s going on?
When every second with every minute another soul is gone
And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness
Of giving up
Of suffering
Then we all stand together this one time
Then no one will get left behind
And stand up for life
Stand up and hear me sing
Stand up for love
[Kelly]
I'm inspired and hopeful each and everyday
That's how I know that things are gonna change
So how can I pretend that I don�t know what�s going on?
When every second with every minute
Another soul is gone
And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness
Of giving up
Of suffering
If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up for love
[Michelle]
And it all starts right here
And it starts right now
One person stand up
And the rest will follow
For all the forgotten
For all the unloved
I'm gonna sing this song
And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness
Of giving up
Of suffering
If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life [Kelly]
Stand up and sing [Michelle]
Stand up for love [Beyonce]
For love
For love
[Beyonce]
There are times I find it hard to sleep at night
We are living through such troubled times
And every child that reaches out for someone to hold
For one moment they become my own
And how can I pretend that I don�t know what�s going on?
When every second with every minute another soul is gone
And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness
Of giving up
Of suffering
Then we all stand together this one time
Then no one will get left behind
And stand up for life
Stand up and hear me sing
Stand up for love
[Kelly]
I'm inspired and hopeful each and everyday
That's how I know that things are gonna change
So how can I pretend that I don�t know what�s going on?
When every second with every minute
Another soul is gone
And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness
Of giving up
Of suffering
If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up for love
[Michelle]
And it all starts right here
And it starts right now
One person stand up
And the rest will follow
For all the forgotten
For all the unloved
I'm gonna sing this song
And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness
Of giving up
Of suffering
If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life [Kelly]
Stand up and sing [Michelle]
Stand up for love [Beyonce]
For love
For love
Friday, December 16, 2005
ibuku
ibuku seorang lulusan sma yang bekerja di sebuah perusahaan bumn. meskipun hanya tamatan sma, karir ibuku termasuk bagus. mungkin karena buah pikirannya lumayan layak diperhitungkan sehingga kini ia menjabat sebagai kepala bagian. ia seorang yang kritis, pekerja keras, galak kepada musuh namun tetap ramah terhadap teman. pikiran ibuku tidak terlalu kolot tapi juga tidak terlalu modern (mungkin lebih tepat bila dikatakan: kolot untuk beberapa masalah, namun cukup modern dalam menghadapi masalah lain). mungkin hal itulah yang membuat bapakku naksir ibuku dulu ketika masih di sumatra (mereka menikah di jawa kemudian merantau ke sumatra).
ada satu cerita yang baru saja terjadi beberapa hari ke belakang (sebelum saya menulis blog ini) ketika ibu, adik dan bibiku berwisata ke melaka (malaysia). peristiwa ini semakin menambah penilaianku terhadap ibuku yang suka rada-rada unik (hampura, mih... he he he!). beberapa kisah tentang bersih dan rapinya kota kuala lumpur sebenarnya sebuah hal biasa bagi beberapa orang yang baru pertama kali ke sebuah kota besar di luar negeri (biasanya kalau sudah pernah ke tempat itu sebelumnya, meski di luar negeri, penilaian itu sedikit berkurang). peristiwa itu terjadi di hari kedua ibu, adik dan bibiku berada di kuala lumpur.
ibu dan adikku diajak bibiku ke suatu tempat dengan mengendarai (lebih tepat "menaiki") skyway (kereta gantung). tentu saja ibu dan adikku tertarik karena diceritakan sebelumnya oleh bibiku bahwa tempat itu indah sekali.
"ibu sama neneng (adikku) naik skyway sampai tinggi sekali. uh, lebih tinggi dari puncak (bogor) kaya'nya. ibu tuh sampai ngga berani ngeliat ke bawah! padahal pemandangannya indah sekali."
sebenarnya aku sempat berfikir saat itu. ada 2 hal yang mengacu pada satu tempat yang terkenal di malaysia : skyway dan puncak (dataran tinggi). tempat itu bernama...
"tanah genting. ibu pikir, tanahnya mungkin dulu suka dipakai untuk genting atau memang tanahnya genting (gersang; berbahaya; dst.)"
wedew? ternyata bener, ibuku ke tanah genting. tapi jangan-jangan ibuku...
"nggak tahu itu tempat apa. ibu kira tempat wisata seperti puncak tapi ada ancolnya (maksudnya mungkin wahana-wahana dunia fantasi, hotel, dst.). cuma koq banyak orang bawa-bawa kopor, taunya mereka itu ke sana pada mau..."
"judi" aku menyambung.
"lho, koq kamu tahu?"
wedew? masa nggak tahu?
"iya, disana tuh seperti las vegas aja. banyak orang indo (indonesia, bukan indo blasteran...) lho! waktu dibilang orang-orang yang bawa kopor itu isinya duit semua, ibu ngga percaya. tapi pas ngeliat mereka ke kasir (maksudnya penukaran koin untuk berjudi.), eh beneran! isinya duit semua!"
tentu saja bibiku bukan mau mengajak ibuku maen judi di tanah genting. lebih karena tempat itu memang indah. tapi lucu juga mungkin ngebayangin ibuku seorang wanita sunda berkerudung maen poker di tanah genting (ampun, mih! hampuraaa... ngan heureuy hungkul!).
"nah, waktu itu khan ibu udah cape. jadi waktu neneng dan bibi kamu nyari coklat, ibu nunggu di deket kursi pijat. ibu pikir khan, enak juga kali lagi pegel trus dipijitin. tapi ibu ngga tahu dimana beli koinnya (ibuku kira seperti kursi pijat yang sering disewakan di beberapa mall di negara kita). terus di kursi sebelahnya ada laki-laki ngeliatin aja. cakep lho!"
ini percakapan ibuku dan laki-laki itu:
laki-laki itu (lli) : duduk aja bu, disini. enggak bayar koq!
ibuku (i) : lho, situ orang indonesia ya?
lli : iya. ibu juga khan? saya tahu koq.
i : oh
lli : duduk aja, bu. saya juga pegel-pegel nih, dari kemarin belum tidur.
i : oh iya (sambil terus duduk di kursi pijat). mas dari mana asalnya?
lli : jakarta bu. kalo ibu?
i : bogor
lli : oh ya? saya kesini jg sama temen saya yang dari bogor. ibu sudah berapa hari di sini?
i : baru kemarin sampai. kalo mas sudah dari kapan?
lli : em... di sini sih belum sebulan. tapi saya sudah empat bulan keliling-keliling.
i : oh, lagi dinas luar ya?
lli : dinas luar? ah, enggak. lho, ibu sedang apa disini?
i : ah jalan-jalan aja.
lli : lho, jalan-jalan doank? ngga ibadah?
ibuku mikir, apa di tanah genting ada tempat wisata relijius?
i : maaf ya mas. ibadah apa ya?
lli : (tertawa) ibadah bu. judi, berjudi lha...
i : astagfirullah allazim. judi koq ibadah?
lli : (tertawa) ya gitu deh, bu.
i : jadi empat bulan itu...
lli : ya judi lha, bu. kemarin dari maccau, singapur, ya keliling-keliling lah.
ibuku istighfar lagi.
i : mas selama empat bulan itu maen judi, nggak pulang-pulang?
lli : ya belum. habis, belum menang. malu mau pulang. kemarin saya jadi ngelego escudo saya buat modal lagi.
i : escudo?
lli : iya, saya sudah habis 350 jt belum menang juga.
i : rupiah?
lli : ringgit (jadi kira-kira 700-800 jt rupiah).
ibuku bengong (ngitung-ngitung berapa 350 jt dalam rupiah) terus bengong lagi, terus istighfar lagi.
i : waduh? banyak amat?
lli : (tertawa lagi. mungkin senang juga ketemu ibu-ibu sunda yang lucu. heuheuheu...) saya sih mendingan bu. temen saya tuh, bego banget. dia udah habis... kira-kira kalau rupiah ya... 18 em (milyar) kali ya?
ibuku istighfar sambil ngelus dada, sementara laki-laki itu cuma senyum-senyum aja.
i : waduh, kalau dibuat rumah miskin (maksudnya rss) aja bisa jadi berapa biji ya?
lli : ya jadi banyak bu! (terus tertawa)
i : memangnya keluarga ngga marah?
lli : (tertawa) bu, gini-gini saya sudah berkeluarga lho. anak saya empat. istri sih dulu suka protes, tapi lama-lama cape' dia ngomong terus saya biarin aja.
i : anak-anak tahu?
lli : tahu koq.
mungkin ibuku waktu itu wajahnya jadi demikian imut karena bengong. yang jelas, laki-laki itu jadi tertarik untuk terus ngobrol. tidak lama setelah itu adik dan bibiku datang, disusul kedua teman laki-laki itu yang tadi diceritakan salah satunya berasal dari bogor. ketiga laki-laki itu kemudian berpamitan untuk kembali berjudi.
lepas dari benarnya cerita laki-laki itu, jelas membuat mata ibuku semakin terbuka. di indonesia ini juga ada orang-orang yang duitnya hampir tidak terbatas tapi hidupnya banyak dihabiskan dengan having fun.
well, welcome back to indonesia, mom!
ada satu cerita yang baru saja terjadi beberapa hari ke belakang (sebelum saya menulis blog ini) ketika ibu, adik dan bibiku berwisata ke melaka (malaysia). peristiwa ini semakin menambah penilaianku terhadap ibuku yang suka rada-rada unik (hampura, mih... he he he!). beberapa kisah tentang bersih dan rapinya kota kuala lumpur sebenarnya sebuah hal biasa bagi beberapa orang yang baru pertama kali ke sebuah kota besar di luar negeri (biasanya kalau sudah pernah ke tempat itu sebelumnya, meski di luar negeri, penilaian itu sedikit berkurang). peristiwa itu terjadi di hari kedua ibu, adik dan bibiku berada di kuala lumpur.
ibu dan adikku diajak bibiku ke suatu tempat dengan mengendarai (lebih tepat "menaiki") skyway (kereta gantung). tentu saja ibu dan adikku tertarik karena diceritakan sebelumnya oleh bibiku bahwa tempat itu indah sekali.
"ibu sama neneng (adikku) naik skyway sampai tinggi sekali. uh, lebih tinggi dari puncak (bogor) kaya'nya. ibu tuh sampai ngga berani ngeliat ke bawah! padahal pemandangannya indah sekali."
sebenarnya aku sempat berfikir saat itu. ada 2 hal yang mengacu pada satu tempat yang terkenal di malaysia : skyway dan puncak (dataran tinggi). tempat itu bernama...
"tanah genting. ibu pikir, tanahnya mungkin dulu suka dipakai untuk genting atau memang tanahnya genting (gersang; berbahaya; dst.)"
wedew? ternyata bener, ibuku ke tanah genting. tapi jangan-jangan ibuku...
"nggak tahu itu tempat apa. ibu kira tempat wisata seperti puncak tapi ada ancolnya (maksudnya mungkin wahana-wahana dunia fantasi, hotel, dst.). cuma koq banyak orang bawa-bawa kopor, taunya mereka itu ke sana pada mau..."
"judi" aku menyambung.
"lho, koq kamu tahu?"
wedew? masa nggak tahu?
"iya, disana tuh seperti las vegas aja. banyak orang indo (indonesia, bukan indo blasteran...) lho! waktu dibilang orang-orang yang bawa kopor itu isinya duit semua, ibu ngga percaya. tapi pas ngeliat mereka ke kasir (maksudnya penukaran koin untuk berjudi.), eh beneran! isinya duit semua!"
tentu saja bibiku bukan mau mengajak ibuku maen judi di tanah genting. lebih karena tempat itu memang indah. tapi lucu juga mungkin ngebayangin ibuku seorang wanita sunda berkerudung maen poker di tanah genting (ampun, mih! hampuraaa... ngan heureuy hungkul!).
"nah, waktu itu khan ibu udah cape. jadi waktu neneng dan bibi kamu nyari coklat, ibu nunggu di deket kursi pijat. ibu pikir khan, enak juga kali lagi pegel trus dipijitin. tapi ibu ngga tahu dimana beli koinnya (ibuku kira seperti kursi pijat yang sering disewakan di beberapa mall di negara kita). terus di kursi sebelahnya ada laki-laki ngeliatin aja. cakep lho!"
ini percakapan ibuku dan laki-laki itu:
laki-laki itu (lli) : duduk aja bu, disini. enggak bayar koq!
ibuku (i) : lho, situ orang indonesia ya?
lli : iya. ibu juga khan? saya tahu koq.
i : oh
lli : duduk aja, bu. saya juga pegel-pegel nih, dari kemarin belum tidur.
i : oh iya (sambil terus duduk di kursi pijat). mas dari mana asalnya?
lli : jakarta bu. kalo ibu?
i : bogor
lli : oh ya? saya kesini jg sama temen saya yang dari bogor. ibu sudah berapa hari di sini?
i : baru kemarin sampai. kalo mas sudah dari kapan?
lli : em... di sini sih belum sebulan. tapi saya sudah empat bulan keliling-keliling.
i : oh, lagi dinas luar ya?
lli : dinas luar? ah, enggak. lho, ibu sedang apa disini?
i : ah jalan-jalan aja.
lli : lho, jalan-jalan doank? ngga ibadah?
ibuku mikir, apa di tanah genting ada tempat wisata relijius?
i : maaf ya mas. ibadah apa ya?
lli : (tertawa) ibadah bu. judi, berjudi lha...
i : astagfirullah allazim. judi koq ibadah?
lli : (tertawa) ya gitu deh, bu.
i : jadi empat bulan itu...
lli : ya judi lha, bu. kemarin dari maccau, singapur, ya keliling-keliling lah.
ibuku istighfar lagi.
i : mas selama empat bulan itu maen judi, nggak pulang-pulang?
lli : ya belum. habis, belum menang. malu mau pulang. kemarin saya jadi ngelego escudo saya buat modal lagi.
i : escudo?
lli : iya, saya sudah habis 350 jt belum menang juga.
i : rupiah?
lli : ringgit (jadi kira-kira 700-800 jt rupiah).
ibuku bengong (ngitung-ngitung berapa 350 jt dalam rupiah) terus bengong lagi, terus istighfar lagi.
i : waduh? banyak amat?
lli : (tertawa lagi. mungkin senang juga ketemu ibu-ibu sunda yang lucu. heuheuheu...) saya sih mendingan bu. temen saya tuh, bego banget. dia udah habis... kira-kira kalau rupiah ya... 18 em (milyar) kali ya?
ibuku istighfar sambil ngelus dada, sementara laki-laki itu cuma senyum-senyum aja.
i : waduh, kalau dibuat rumah miskin (maksudnya rss) aja bisa jadi berapa biji ya?
lli : ya jadi banyak bu! (terus tertawa)
i : memangnya keluarga ngga marah?
lli : (tertawa) bu, gini-gini saya sudah berkeluarga lho. anak saya empat. istri sih dulu suka protes, tapi lama-lama cape' dia ngomong terus saya biarin aja.
i : anak-anak tahu?
lli : tahu koq.
mungkin ibuku waktu itu wajahnya jadi demikian imut karena bengong. yang jelas, laki-laki itu jadi tertarik untuk terus ngobrol. tidak lama setelah itu adik dan bibiku datang, disusul kedua teman laki-laki itu yang tadi diceritakan salah satunya berasal dari bogor. ketiga laki-laki itu kemudian berpamitan untuk kembali berjudi.
lepas dari benarnya cerita laki-laki itu, jelas membuat mata ibuku semakin terbuka. di indonesia ini juga ada orang-orang yang duitnya hampir tidak terbatas tapi hidupnya banyak dihabiskan dengan having fun.
well, welcome back to indonesia, mom!
Wednesday, December 14, 2005
uhm.... (beberapa menit bersama achep)
"jam berapa ya sekarang ?"
(melirik arloji)
"hoh, jam 1/2 dua..."
(bengong sambil melihat jalanan yang sepi)
"chep, yg jualan rokok di depan masih buka ga sih?"
achep : "ya masih lah, 24 jam!"
(manggut-manggut)
(menghela nafas)
(garuk-garuk kepala)
(menghela nafas lagi)
(ngecek friendster)
(ngintip friendster temen-temen)
(menghela nafas lebih panjang)
"chep, titip bentar yah? gw mo keluar dulu."
achep : "yo"
(meninggalkan komputer dalam keadaan nyala ke luar ruangan)
(menghirup udara malam)
(berjalan ke warung rokok)
(beli rokok)
(ngidupin rokok)
(kembali ke komputer)
(melirik arloji)
"hoh, jam 1/2 dua..."
(bengong sambil melihat jalanan yang sepi)
"chep, yg jualan rokok di depan masih buka ga sih?"
achep : "ya masih lah, 24 jam!"
(manggut-manggut)
(menghela nafas)
(garuk-garuk kepala)
(menghela nafas lagi)
(ngecek friendster)
(ngintip friendster temen-temen)
(menghela nafas lebih panjang)
"chep, titip bentar yah? gw mo keluar dulu."
achep : "yo"
(meninggalkan komputer dalam keadaan nyala ke luar ruangan)
(menghirup udara malam)
(berjalan ke warung rokok)
(beli rokok)
(ngidupin rokok)
(kembali ke komputer)
ban bocor
ban bocor saat mengendarai motor? mungkin pernah dialami sebagian orang terutama yang banyak menghabiskan waktunya di atas kendaraan bermotor roda dua ini. well, sekedar cerita saja, belum pernah selama hidup saya mengalami ban motor gembos sampai dua kali dalam satu hari. tanpa persiapan uang sepeserpun selain recehan senilai total nope'!!! berdua temen saya, kami berjalan sekitar 6 km (tentu saja sambil mendorong motor! masa diangkat? yang enggak-enggak aja! tapi, alhamdulillah, ada orang lain yang pernah lebih jauh dari itu) pada minggu jam 2 dini hari. setelah meninggalkan motor di tukang tambal ban, kami segera ke tempat biasa nongkrong yang buka 24 jam. untungnya tidak begitu jauh, hanya 500m. sesampainya disana kami langsung malakin temen-temen supaya mau memberikan 'pinjaman' (yang sebenarnya semua juga tahu kami agak kurang berniat akan membayarnya) untuk membayar tukang tambal ban. kami juga meminjam motor temen kami untuk kembali ke tukang tambal ban. selesai, bayar 7000 perak karena bocornya 2 lubang (paku sialan itu nembus hingga ke sisi lain dari ban). kami kembali ke tempat nongkrong setelahnya.
early in the morning, while all birds preparing for their pretty songs, kami beranjak keluar tempat nongkrong untuk pulang. you're right! ban motor kesayangan saya itu gembos lagi! whatta hell, saya telpon orang rumah untuk membantu saya. bantuan datang dan saya kembali ke tukang tambal ban (tapi beda lagi tukang tambal dengan yang sebelumnya karena tukang tambal ban tersebut ternyata tukang tambal ban keliling yang cuma ada di malam hari!) tak jauh dari situ. mungkin cuma 100 meteran. ketika diperiksa, ternyata ada 5 lubang di ban dalam saya. usut punya usut, ternyata tukang tambal ban sebelumnya salah memasang ban dalam sehingga terjepit pelek. bagus! akhirnya saya harus ganti ban dalam, itu pun bekas. akhirnya saya pulang.
pengalaman saya itu jadi cerita seru di rumah. dan yang lebih seru adalah ketika siangnya saya mau pakai motor saya, sudah gembos lagi...
lho, ternyata 3 kali donk dalam sehari???
life is wonderful!!!
early in the morning, while all birds preparing for their pretty songs, kami beranjak keluar tempat nongkrong untuk pulang. you're right! ban motor kesayangan saya itu gembos lagi! whatta hell, saya telpon orang rumah untuk membantu saya. bantuan datang dan saya kembali ke tukang tambal ban (tapi beda lagi tukang tambal dengan yang sebelumnya karena tukang tambal ban tersebut ternyata tukang tambal ban keliling yang cuma ada di malam hari!) tak jauh dari situ. mungkin cuma 100 meteran. ketika diperiksa, ternyata ada 5 lubang di ban dalam saya. usut punya usut, ternyata tukang tambal ban sebelumnya salah memasang ban dalam sehingga terjepit pelek. bagus! akhirnya saya harus ganti ban dalam, itu pun bekas. akhirnya saya pulang.
pengalaman saya itu jadi cerita seru di rumah. dan yang lebih seru adalah ketika siangnya saya mau pakai motor saya, sudah gembos lagi...
lho, ternyata 3 kali donk dalam sehari???
life is wonderful!!!
Saturday, December 10, 2005
what have i done ???
ever imagine that i'll do the same sin. is it a sin? deep in my heart, it is. but as a fighter, i'll bet it must be a hardy tough struggle. thus, in a very stucked moment, i have to do this. God help me. it will never be the same me anymore. this is a brand new me. my chosen path.
a dark path to fight against darkness...
a dark path to fight against darkness...
Thursday, December 08, 2005
sometimes we do need it : HAVE FUN THRU THE NIGHT ! ! !
seorang teman berkata saat kami sedang berada di dalam sebuah mobil yang berjalan santai saat matahari sudah sembunyi sejak 8 jam sebelumnya,
"iiih! coba ngga ada pagi hari ya? pengennya gw, malem terus!"
mungkin terdengar agak keterlaluan. bagaimana mungkin menolak sebuah benda planet pusat tata surya kita yang dirindukan banyak orang setiap hari? yang memberi energi bagi seluruh mahluk hidup? yang menerangi bumi sehingga terlihat jelas apa yang ada di atasnya?
tapi mau tidak mau aku mempunyai keinginan yang hampir sama. entah sejak kapan, aku sering benci ketika mengetahui siang telah datang. kalau boleh memilih, setelah pagi langsung maghrib saja! jelas hal itu tidak mungkin. perasaanku akan hal itu membuat diriku lebih banyak aktif pada malam hari. dan yang paling kuinginkan jelas : bersenang-senang di malam hari!
manusia memang suka aneh, daripada mengembalikan stamina dengan istirahat setelah kepenatan dan tekanan mental menghantui kesehariannya, mereka justru menghabiskan lebih banyak lagi dengan bersenang-senang di malam hari. aku termasuk sebagian dari kelompok manusia itu.
mmm... sepertinya terlalu membosankan kalau blog ini kebanyakan tulisan. sebagai gambaran yang kuceritakan sebelumnya, di bawah ini ada beberapa foto yang bisa lebih menjelaskan. aku sengaja mengeditnya ke mode sephia supaya lebih terlihat seperti sesuatu yang layak dikenang!

komen : ekspresif!

komen : salah satu dari mereka memiliki kelebihan yang mengagumkan...

komen : cuma ingin memastikan kalau satu dari mereka yang membuatku kagum!

komen : pose sebelum pulang

komen : tebak, yang mana diantara mereka adalah penulis blog ini?

komen : mohon jangan salah artikan, atau kalian akan tersesat...

komen : yeah! yeah! yeaaah! u all are right! i lie about picture no.5! this is me!

komen : pose terakhir sebelum menikmati malam
"iiih! coba ngga ada pagi hari ya? pengennya gw, malem terus!"
mungkin terdengar agak keterlaluan. bagaimana mungkin menolak sebuah benda planet pusat tata surya kita yang dirindukan banyak orang setiap hari? yang memberi energi bagi seluruh mahluk hidup? yang menerangi bumi sehingga terlihat jelas apa yang ada di atasnya?
tapi mau tidak mau aku mempunyai keinginan yang hampir sama. entah sejak kapan, aku sering benci ketika mengetahui siang telah datang. kalau boleh memilih, setelah pagi langsung maghrib saja! jelas hal itu tidak mungkin. perasaanku akan hal itu membuat diriku lebih banyak aktif pada malam hari. dan yang paling kuinginkan jelas : bersenang-senang di malam hari!
manusia memang suka aneh, daripada mengembalikan stamina dengan istirahat setelah kepenatan dan tekanan mental menghantui kesehariannya, mereka justru menghabiskan lebih banyak lagi dengan bersenang-senang di malam hari. aku termasuk sebagian dari kelompok manusia itu.
mmm... sepertinya terlalu membosankan kalau blog ini kebanyakan tulisan. sebagai gambaran yang kuceritakan sebelumnya, di bawah ini ada beberapa foto yang bisa lebih menjelaskan. aku sengaja mengeditnya ke mode sephia supaya lebih terlihat seperti sesuatu yang layak dikenang!

komen : ekspresif!

komen : salah satu dari mereka memiliki kelebihan yang mengagumkan...

komen : cuma ingin memastikan kalau satu dari mereka yang membuatku kagum!

komen : pose sebelum pulang

komen : tebak, yang mana diantara mereka adalah penulis blog ini?

komen : mohon jangan salah artikan, atau kalian akan tersesat...

komen : yeah! yeah! yeaaah! u all are right! i lie about picture no.5! this is me!

komen : pose terakhir sebelum menikmati malam
the seven wonder of stevie wonder
"Lately"
Lately, I have had the strangest feeling
With no vivid reason here to find
Yet the thought of losing you's been hanging
'round my mind
Far more frequently you're wearing perfume
With you say no special place to go
But when I ask will you be coming back soon
You don't know, never know
Well, I'm a man of many wishes
Hope my premonition misses
But what I really feel my eyes won't let me hide
‘Cause they always start to cry
‘Cause this time could mean goodbye
Lately I've been staring in the mirror
Very slowly picking me apart
Trying to tell myself I have no reason
with your heart
Just the other night while you were sleeping
I vaguely heard you whisper someone's name
But when I ask you of the thoughts your keeping
You just say nothing's changed
Well, I'm a man of many wishes
I hope my premonition misses
But what I really feel my eyes won't let me hide
‘Cause they always start to cry
‘Cause this time could mean goodbye, goodbye
---
"That's What Friends Are For"
Verse 1
And I
Never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try to feel the way we do today
And than if you can't remember.....
Chorus
Keep smilin'
Keep shinin'
Knowin' you can always count on me
for sure
that's what friends are for
In good times
And bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Verse 2
Well you came and open me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you....
Ohhh and then
For the times when we're apart
Well just close your eyes and know
These words are comming from my heart
And then if you can't remember....Ohhhhh
(Repeat chorus 3x)
(Stevie talking)
Mmmhmm thats what friends are for mmmhmm yea
---
"Overjoyed"
Over time, I've building my castle of love
Just for two, though you never knew you were my reason
I've gone much too far for you now to say
That I've got to throw my castle away
Over dreams, I have picked out a perfect come true
Though you never knew it was of you I've been dreaming
The sandman has come from too far away
For you to say come back some other day
And though you don't believe that they do
They do come true
For did my dreams
Come true when I looked at you
And maybe too, if you would believe
You too might be
Overjoyed, over loved, over me
Over hearts, I have painfully turned every stone
Just to find, I had found what I've searched to discover
I've come much too far for me now to find
The love that I've sought can never be mine
And though you don't believe that they do
They do come true
For did my dreams
Come true when I looked at you
And maybe too, if you would believe
You too might be
Overjoyed, over loved, over me
And though the odds say improbable
What do they know
For in romance
All true love needs is a chance
And maybe with a chance you will find
You too like I
Overjoyed, over loved, over you, over you
---
"Ebony and Ivory"
Ebony And Ivory Live Together In Perfect Harmony
Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord, Why Don't We?
We All Know That People Are The Same Where Ever We Go
There Is Good And Bad In Ev'ryone,
We Learn To Live, We Learn To Give
Each Other What We Need To Survive Together Alive.
Ebony And Ivory Live Together In Perfect Harmony
Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord Why Don't We?
Ebony, Ivory Living In Perfect Harmony
Ebony, Ivory, Ooh
We All Know That People Are The Same Where Ever We Go
There Is Good And Bad In Ev'ryone,
We Learn To Live, We Learn To Give
Each Other What We Need To Survive Together Alive.
Ebony And Ivory Live Together In Perfect Harmony
Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord Why Don't We?
Ebony, Ivory Living In Perfect Harmony (Repeat And Fade)
---
"For Your Love"
All the gold in all the world
Is nothing to posses
If all the night that it can bring
Can't add up to one ounce of your happiness
Refrain:
And for your love I would do anything
Just to see the smile upon your face
For your love i would go anywhere
Just you tell me and I'll be right there
A diamond that shines
Like a star in the sky
Is nothing to behold
For miniscule is any light
If it can't like you brighten up my soul
Refrain:
I could have never fathomed this
Such joy
love and tenderness
That you give to me
For the love I feel inside
It's so wonderful I can't hide
And i glow
I glow
With just the thought of you
I do
I do
I do
I do
I do
I do
(Refrain)
---
"I Just Called To Say I Love You"
No New Year's Day to celebrate
No chocolate covered candy hearts to give away
No first of spring
No song to sing
In fact here's just another ordinary day
No April rain
No flowers bloom
No wedding Saturday within the month of June
But what it is, is something true
Made up of these three words that I must say to you
I just called to say I love you
I just called to say how much I care
I just called to say I love you
And I mean it from the bottom of my heart
No summer's high
No warm July
No harvest moon to light one tender August night
No autumn breeze
No falling leaves
Not even time for birds to fly to southern skies
No Libra sun
No Halloween
No giving thanks to all the Christmas joy you bring
But what it is, though old so new
To fill your heart like no three words could ever do
I just called to say I love you
I just called to say how much I care, I do
I just called to say I love you
And I mean it from the bottom of my heart
I just called to say I love you
I just called to say how much I care, I do
I just called to say I love you
And I mean it from the bottom of my heart, of my heart,
of my heart
I just called to say I love you
I just called to say how much I care, I do
I just called to say I love you
And I mean it from the bottom of my heart, of my heart,
baby of my heart
---
"We Can Work It Out"
Try to see it my way,
Do I have to keep on talking till I can't go on?
While you see it your way,
Run the risk of knowing that our love may soon be gone.
We can work it out,
We can work it out.
Think of what you're saying.
You can get it wrong and still you think that it's alright.
Think of what I'm saying,
We can work it out and get it straight, or say good night.
We can work it out,
We can work it out.
Life is very short, and there's no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it's a crime,
So I will ask you once again.
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There's a chance that we may fall apart before too long.
We can work it out,
We can work it out.
Life is very short, and there's no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it's a crime,
So I will ask you once again.
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There's a chance that we may fall apart before too long.
We can work it out,
We can work it out
---
For her who'd makes me remember of Stevie Wonder
Lately, I have had the strangest feeling
With no vivid reason here to find
Yet the thought of losing you's been hanging
'round my mind
Far more frequently you're wearing perfume
With you say no special place to go
But when I ask will you be coming back soon
You don't know, never know
Well, I'm a man of many wishes
Hope my premonition misses
But what I really feel my eyes won't let me hide
‘Cause they always start to cry
‘Cause this time could mean goodbye
Lately I've been staring in the mirror
Very slowly picking me apart
Trying to tell myself I have no reason
with your heart
Just the other night while you were sleeping
I vaguely heard you whisper someone's name
But when I ask you of the thoughts your keeping
You just say nothing's changed
Well, I'm a man of many wishes
I hope my premonition misses
But what I really feel my eyes won't let me hide
‘Cause they always start to cry
‘Cause this time could mean goodbye, goodbye
---
"That's What Friends Are For"
Verse 1
And I
Never thought I'd feel this way
And as far as I'm concerned I'm glad I got the chance to say
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try to feel the way we do today
And than if you can't remember.....
Chorus
Keep smilin'
Keep shinin'
Knowin' you can always count on me
for sure
that's what friends are for
In good times
And bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Verse 2
Well you came and open me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you....
Ohhh and then
For the times when we're apart
Well just close your eyes and know
These words are comming from my heart
And then if you can't remember....Ohhhhh
(Repeat chorus 3x)
(Stevie talking)
Mmmhmm thats what friends are for mmmhmm yea
---
"Overjoyed"
Over time, I've building my castle of love
Just for two, though you never knew you were my reason
I've gone much too far for you now to say
That I've got to throw my castle away
Over dreams, I have picked out a perfect come true
Though you never knew it was of you I've been dreaming
The sandman has come from too far away
For you to say come back some other day
And though you don't believe that they do
They do come true
For did my dreams
Come true when I looked at you
And maybe too, if you would believe
You too might be
Overjoyed, over loved, over me
Over hearts, I have painfully turned every stone
Just to find, I had found what I've searched to discover
I've come much too far for me now to find
The love that I've sought can never be mine
And though you don't believe that they do
They do come true
For did my dreams
Come true when I looked at you
And maybe too, if you would believe
You too might be
Overjoyed, over loved, over me
And though the odds say improbable
What do they know
For in romance
All true love needs is a chance
And maybe with a chance you will find
You too like I
Overjoyed, over loved, over you, over you
---
"Ebony and Ivory"
Ebony And Ivory Live Together In Perfect Harmony
Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord, Why Don't We?
We All Know That People Are The Same Where Ever We Go
There Is Good And Bad In Ev'ryone,
We Learn To Live, We Learn To Give
Each Other What We Need To Survive Together Alive.
Ebony And Ivory Live Together In Perfect Harmony
Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord Why Don't We?
Ebony, Ivory Living In Perfect Harmony
Ebony, Ivory, Ooh
We All Know That People Are The Same Where Ever We Go
There Is Good And Bad In Ev'ryone,
We Learn To Live, We Learn To Give
Each Other What We Need To Survive Together Alive.
Ebony And Ivory Live Together In Perfect Harmony
Side By Side On My Piano Keyboard, Oh Lord Why Don't We?
Ebony, Ivory Living In Perfect Harmony (Repeat And Fade)
---
"For Your Love"
All the gold in all the world
Is nothing to posses
If all the night that it can bring
Can't add up to one ounce of your happiness
Refrain:
And for your love I would do anything
Just to see the smile upon your face
For your love i would go anywhere
Just you tell me and I'll be right there
A diamond that shines
Like a star in the sky
Is nothing to behold
For miniscule is any light
If it can't like you brighten up my soul
Refrain:
I could have never fathomed this
Such joy
love and tenderness
That you give to me
For the love I feel inside
It's so wonderful I can't hide
And i glow
I glow
With just the thought of you
I do
I do
I do
I do
I do
I do
(Refrain)
---
"I Just Called To Say I Love You"
No New Year's Day to celebrate
No chocolate covered candy hearts to give away
No first of spring
No song to sing
In fact here's just another ordinary day
No April rain
No flowers bloom
No wedding Saturday within the month of June
But what it is, is something true
Made up of these three words that I must say to you
I just called to say I love you
I just called to say how much I care
I just called to say I love you
And I mean it from the bottom of my heart
No summer's high
No warm July
No harvest moon to light one tender August night
No autumn breeze
No falling leaves
Not even time for birds to fly to southern skies
No Libra sun
No Halloween
No giving thanks to all the Christmas joy you bring
But what it is, though old so new
To fill your heart like no three words could ever do
I just called to say I love you
I just called to say how much I care, I do
I just called to say I love you
And I mean it from the bottom of my heart
I just called to say I love you
I just called to say how much I care, I do
I just called to say I love you
And I mean it from the bottom of my heart, of my heart,
of my heart
I just called to say I love you
I just called to say how much I care, I do
I just called to say I love you
And I mean it from the bottom of my heart, of my heart,
baby of my heart
---
"We Can Work It Out"
Try to see it my way,
Do I have to keep on talking till I can't go on?
While you see it your way,
Run the risk of knowing that our love may soon be gone.
We can work it out,
We can work it out.
Think of what you're saying.
You can get it wrong and still you think that it's alright.
Think of what I'm saying,
We can work it out and get it straight, or say good night.
We can work it out,
We can work it out.
Life is very short, and there's no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it's a crime,
So I will ask you once again.
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There's a chance that we may fall apart before too long.
We can work it out,
We can work it out.
Life is very short, and there's no time
For fussing and fighting, my friend.
I have always thought that it's a crime,
So I will ask you once again.
Try to see it my way,
Only time will tell if I am right or I am wrong.
While you see it your way
There's a chance that we may fall apart before too long.
We can work it out,
We can work it out
---
For her who'd makes me remember of Stevie Wonder
pembohong paling munafik
"aku tidak begitu semangat untuk menemuimu. toh tidak ada yang istimewa. ketika seorang teman menyebut namamu, aku cuma menanyakan kabar darinya. yang sepertinya masih terlalu biasa. tapi daripada keliling kota metropolis di akhir minggu hanya dengan 2 orang teman yang 'batangan' semua? lumayanlah. paling2 cuma mendengar celotehan cewek2 abg yang seringkali membuatku muak dan ingin muntah. sumpah! kamu, dia, mereka, semua sama saja kan? sama sekali tidak ada yang istimewa!
melewati jalanan yang dipenuhi sinar lampu2 kota berwarna-warni, aku lebih memfokuskan mataku pada lalu lintas yang berseliweran saling mendahului. meskipun aku sedikit nyasar, tapi itu lebih kepada aku lupa kemana arah tujuanku. aku juga manusia biasa yang punya sifat lupa...
sebuah obrolan di bawah tebaran bintang-bintang semrawut dan bulan yang seperti mengejek langsung kepadaku. beberapa gelas kosong yang entah untuk apa ditenggak habis isinya. sebuah bong bohongan yang norak. canda2 garing yang rasanya terlalu basi untuk dibicarakan. sama sekali tidak ada yang istimewa!
aku tidak peduli kamu duduk sama siapa, ngobrol sama siapa, mendengar ucapanku atau tidak, bercengkrama tentang apa, bagus atau tidak kalau difoto, mati atau hidup..., bukan urusanku! kamu ya kamu, aku punya kehidupan sendiri yang terlalu berharga untuk dijual murah.
jangan berbasa-basi denganku! adalah lebih baik kamu ungkapkan dengan jujur kalau laki2 yang phobia sama kecoa ini tak lebih bernilai dari seekor kecoa itu sendiri. diinjak kaki bersepatu bot atau dikeprak pakai gulungan koran 'lampu merah' bekas, sama sensasinya. hambar...
jadi ketika aku tahu kamu tidak bisa pergi malam itu, aku tidak peduli. jalanku untuk kembali masih jauh, masih butuh 4 jam lagi dengan kendaraan pribadi. dan malam sudah terlalu larut, padahal aku masih harus mampir ke suatu tempat. kamu lagi apa di rumah, kamu kecewa tidak bisa menikmati lagu2 r&b live, apa yang bisa terjadi kalau kamu ada, semuanya tidak akan menambah kesenangan di malam itu. tidak ada yang istimewa.
tidak ada sama sekali!!!"
sampai disini mungkin hatimu cukup panas dan menambah lebih dari satu lagi alasan untuk memastikan apa yang telah kamu lakukan. hanya saja kamu ingat2 lagi, apa judul posting ini. tapi, kupikir adalah tidak adil bagi orang lain yang kurang bisa mengerti jalan pikiranku. daripada membedah tengkorak mereka dan memasangnya dengan elektrode2 peningkat kemampuan daya pikir, sebaiknya kuterjemahkan seperti apa yang seharusnya diberi judul "kepolosan paling lugu" :
"aku begitu bersemangat bisa kembali, meski kemungkinan untuk bisa menemuimu hanya 1 diantara seribu. kuketikkan nomormu di ponsel temanku dan menyuruhnya mendial. sungguh sebuah seurprise mengetahui kesediaanmu bersama yang lain untuk bertemu (meski sempat kupikir itu karena ketidaktahuanmu akan kedatanganku?). mungkin hanya sebuah pertemuan biasa, tapi setiap detik begitu istimewa. aku tidak mengharapkan banyak waktu, cukup beberapa detik asalkan ekspresi yang kulihat selama ini di foto benar2 nyata dimiliki seseorang yang ada di hadapanku. bisa kuhirup wanginya, bisa kusentuh kulitnya, bisa kubelai rambutnya, meski mungkin juga aku tidak mempunyai izin untuk itu.
kaca spion bukan cuma berfungsi mengawasi kendaraan di belakangmu, tapi juga penumpang yang duduk menyertaimu. dan hal itu lebih mudah dilakukan daripada mencuri pandang saat duduk berhadapan, akan lebih mudah tertangkap basah. tapi keterlaluan juga kalau bahan bakar kendaraan habis cuma untuk sedikit momen melihat wajah dari pantulan kaca spion. aku harus menghentikan bualan tentang 'ups-sepertinya-gw-gak-tau-kita-ada-dimana' atau 'lho-koq-sudah-ada-di-blok-m-lagi'.
mungkin bagimu terlalu sentimentil menikmati malam dibawah taburan bintang dihiasi ornamen2 dan aksesoris2 yang berkelap-kelip. apalagi bisa duduk menikmati absolute vodka dan marlboro. bagimu mungkin hal biasa, tapi menyaksikanmu melakukannya adalah hal yang istimewa. meski supaya tidak terlalu kutunjukkan hal itu, kubentengi diriku selayaknya laki2 yang menyebalkan, angkuh, sombong, tinggi hati dan melecehkan derajat perempuan!!!
kupikir aku berhasil, tapi tak bisa kumenafikan diriku dan Tuhan kalau aku begitu menyesalinya. aku begitu takut untuk meminta (selain sebuah suruhan yang terdengar seperti tidak peduli apa jawaban darimu). aku terlalu cemburu untuk melihatmu bersama temanku (meski lirikan mata seorang berkacamata hampir selalu bisa tersembunyikan saat membalasnya dengan mengakrabkan diri dengan temanmu).
buah dari hasil semua itu adalah mencoba menyepelekan kata2 standarmu dan senyuman mirismu. bagaimanapun, aku menganggapnya istimewa meski mungkin nilainya jauh dari itu. meski hanya sesaat saja kamu duduk disampingku, aku cukup merasa seperti remaja yang pertama kali bersentuhan dengan perempuan (ekspresiku seperti tidak ambil peduli).
saat datang malam terakhir yang sebenarnya tidak perlu ada, aku menunggumu. aku tahu kamu tidak akan datang. tapi aku tidak bisa bohong kalau harapanku untuk sekali lagi melihat hidung mancungmu, telah hilang. semua orang menertawakanku, dan aku sadar kalau mereka benar.
keterlaluan mungkin bila kukatakan bukan lamanya waktu bisa bertemu denganmu, tapi 'ada'-nya kesempatan untuk menghirup aroma tubuhmu yang samar menggelitiki. aku (harus) sudah cukup puas untuk itu.
bagaimanapun, kamu begitu istimewa.
meski kamu bukan milikku..."
cukup jelaskah?
apa aku salah?
dengan mengatasnamakan Tuhan, beranikah kamu ungkapkan dengan jujur dan terbuka?
melewati jalanan yang dipenuhi sinar lampu2 kota berwarna-warni, aku lebih memfokuskan mataku pada lalu lintas yang berseliweran saling mendahului. meskipun aku sedikit nyasar, tapi itu lebih kepada aku lupa kemana arah tujuanku. aku juga manusia biasa yang punya sifat lupa...
sebuah obrolan di bawah tebaran bintang-bintang semrawut dan bulan yang seperti mengejek langsung kepadaku. beberapa gelas kosong yang entah untuk apa ditenggak habis isinya. sebuah bong bohongan yang norak. canda2 garing yang rasanya terlalu basi untuk dibicarakan. sama sekali tidak ada yang istimewa!
aku tidak peduli kamu duduk sama siapa, ngobrol sama siapa, mendengar ucapanku atau tidak, bercengkrama tentang apa, bagus atau tidak kalau difoto, mati atau hidup..., bukan urusanku! kamu ya kamu, aku punya kehidupan sendiri yang terlalu berharga untuk dijual murah.
jangan berbasa-basi denganku! adalah lebih baik kamu ungkapkan dengan jujur kalau laki2 yang phobia sama kecoa ini tak lebih bernilai dari seekor kecoa itu sendiri. diinjak kaki bersepatu bot atau dikeprak pakai gulungan koran 'lampu merah' bekas, sama sensasinya. hambar...
jadi ketika aku tahu kamu tidak bisa pergi malam itu, aku tidak peduli. jalanku untuk kembali masih jauh, masih butuh 4 jam lagi dengan kendaraan pribadi. dan malam sudah terlalu larut, padahal aku masih harus mampir ke suatu tempat. kamu lagi apa di rumah, kamu kecewa tidak bisa menikmati lagu2 r&b live, apa yang bisa terjadi kalau kamu ada, semuanya tidak akan menambah kesenangan di malam itu. tidak ada yang istimewa.
tidak ada sama sekali!!!"
sampai disini mungkin hatimu cukup panas dan menambah lebih dari satu lagi alasan untuk memastikan apa yang telah kamu lakukan. hanya saja kamu ingat2 lagi, apa judul posting ini. tapi, kupikir adalah tidak adil bagi orang lain yang kurang bisa mengerti jalan pikiranku. daripada membedah tengkorak mereka dan memasangnya dengan elektrode2 peningkat kemampuan daya pikir, sebaiknya kuterjemahkan seperti apa yang seharusnya diberi judul "kepolosan paling lugu" :
"aku begitu bersemangat bisa kembali, meski kemungkinan untuk bisa menemuimu hanya 1 diantara seribu. kuketikkan nomormu di ponsel temanku dan menyuruhnya mendial. sungguh sebuah seurprise mengetahui kesediaanmu bersama yang lain untuk bertemu (meski sempat kupikir itu karena ketidaktahuanmu akan kedatanganku?). mungkin hanya sebuah pertemuan biasa, tapi setiap detik begitu istimewa. aku tidak mengharapkan banyak waktu, cukup beberapa detik asalkan ekspresi yang kulihat selama ini di foto benar2 nyata dimiliki seseorang yang ada di hadapanku. bisa kuhirup wanginya, bisa kusentuh kulitnya, bisa kubelai rambutnya, meski mungkin juga aku tidak mempunyai izin untuk itu.
kaca spion bukan cuma berfungsi mengawasi kendaraan di belakangmu, tapi juga penumpang yang duduk menyertaimu. dan hal itu lebih mudah dilakukan daripada mencuri pandang saat duduk berhadapan, akan lebih mudah tertangkap basah. tapi keterlaluan juga kalau bahan bakar kendaraan habis cuma untuk sedikit momen melihat wajah dari pantulan kaca spion. aku harus menghentikan bualan tentang 'ups-sepertinya-gw-gak-tau-kita-ada-dimana' atau 'lho-koq-sudah-ada-di-blok-m-lagi'.
mungkin bagimu terlalu sentimentil menikmati malam dibawah taburan bintang dihiasi ornamen2 dan aksesoris2 yang berkelap-kelip. apalagi bisa duduk menikmati absolute vodka dan marlboro. bagimu mungkin hal biasa, tapi menyaksikanmu melakukannya adalah hal yang istimewa. meski supaya tidak terlalu kutunjukkan hal itu, kubentengi diriku selayaknya laki2 yang menyebalkan, angkuh, sombong, tinggi hati dan melecehkan derajat perempuan!!!
kupikir aku berhasil, tapi tak bisa kumenafikan diriku dan Tuhan kalau aku begitu menyesalinya. aku begitu takut untuk meminta (selain sebuah suruhan yang terdengar seperti tidak peduli apa jawaban darimu). aku terlalu cemburu untuk melihatmu bersama temanku (meski lirikan mata seorang berkacamata hampir selalu bisa tersembunyikan saat membalasnya dengan mengakrabkan diri dengan temanmu).
buah dari hasil semua itu adalah mencoba menyepelekan kata2 standarmu dan senyuman mirismu. bagaimanapun, aku menganggapnya istimewa meski mungkin nilainya jauh dari itu. meski hanya sesaat saja kamu duduk disampingku, aku cukup merasa seperti remaja yang pertama kali bersentuhan dengan perempuan (ekspresiku seperti tidak ambil peduli).
saat datang malam terakhir yang sebenarnya tidak perlu ada, aku menunggumu. aku tahu kamu tidak akan datang. tapi aku tidak bisa bohong kalau harapanku untuk sekali lagi melihat hidung mancungmu, telah hilang. semua orang menertawakanku, dan aku sadar kalau mereka benar.
keterlaluan mungkin bila kukatakan bukan lamanya waktu bisa bertemu denganmu, tapi 'ada'-nya kesempatan untuk menghirup aroma tubuhmu yang samar menggelitiki. aku (harus) sudah cukup puas untuk itu.
bagaimanapun, kamu begitu istimewa.
meski kamu bukan milikku..."
cukup jelaskah?
apa aku salah?
dengan mengatasnamakan Tuhan, beranikah kamu ungkapkan dengan jujur dan terbuka?
Wednesday, December 07, 2005
bukan syair lagu soundtrack "dealova"
sepertinya harus dipahami dengan sudut pandang "orang cacat":
"aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu"
meskipun bukan sebuah mimpi indah, andaikan 1 dari tiap 3 malam yang kamu lewatkan dengan tidur bermimpi adalah tentangku, aku cukup terkesan. sekali lagi, meskipun dalam mimpimu itu aku menjadi siluman buaya putih...
"aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu"
sama, tidak harus seindah itu. cukup kalau ada satu atau dua kilas bayangan figurku di dalam pikiran sadarmu. walaupun itu adalah sebuah kejadian ketika perilakuku membuat perutmu ingin mengeluarkan isinya dari bibir indahmu.
"karena langkah merapuh tanpa dirimu. karena hati tlah lelah..."
sesungguhnya bukan karena langkahku lunglai, atau hatiku yang begitu lemah cepat lelah, tapi karena hatiku masih bisa bersinergi dengan otakku sehingga kerangka subjektivitas masih tetap menjadi panduanku! aku dengan penuh sensitivitas mengerti jelas apa yang kurasakan dan aku dengan penuh tanggung jawab tahu benar apa yang kulakukan.
"aku ingin menjadi sesuatu yang bisa kau sentuh"
aku tidak peduli waktu, karena meski hati penuh gejolak memberontak untuk meminta lebih, tapi otakku sadar bahwa nilai tidak hanya ditentukan kuantitas, tapi juga kualitas. apa artinya ciuman tanpa jawaban dibandingkan getaran hati yang begitu jelas menggelora saat saling menyentuhkan kedua ujung jari kita?
"aku ingin kau tahu bahwa aku selalu memujamu"
ok, aku memang mengagumimu. tapi kukira aku tak akan sampai begitu tinggi memujamu! kuanggap kamu begitu berarti, tapi bukan berarti aku menjadi hamba sahayamu. bukankah kamu sendiri mengerti kalau aku seorang bebas?
"tanpamu sepinya waktu merantai hati"
terkadang aku merasa sepi. tapi sebagai seorang "aku", aku tidak akan selalu merasakannya. karena hatiku tak bisa dirantai olehmu (meski kamu juga tidak sengaja melakukannya.).
"kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu."
be-te-we, sudah sejak 5 tahun lebih aku tidak menggubah lagu. well, hari ini 7 jam yang lalu beberapa kepingan2 partitur mampir di kepalaku saat aku sedang memangku gitar. suatu saat kamu bisa mendengarnya.
"kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada"
ada benarnya, ada tidaknya. kamu memang ada dalam hatiku hampir setiap kali kuhembuskan nafasku, bersama beberapa nama2 cantik. bukan berarti aku seorang player, cuma orang bodoh yang kadung terlalu jujur.
"hanya dirimu yang bisa membuatku tenang."
salah besar! bukan cuma kamu! kecuali kamu memfokuskannya pada sosokmu, lalu mempersempit pengertiannya...
"tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi"
apa perlu aku komentari kata2 ini juga? duhai gadis cantik berdagu lancip, aku tahu benar kamu bukan seorang bodoh! aku tidak akan merasa hilang dan tersesat dalam kubangan lumpur tanpa dasar! aku masih punya Tuhan! bila kamu tidak bisa membayangkannya, nilaimu turun 1 poin (yang sepertinya kamu terima dengan senang hati...)!
diluar itu semua, nada yang mengiringinya adalah satu2nya hal yang bisa kuterima sepenuh hati.
"aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu"
meskipun bukan sebuah mimpi indah, andaikan 1 dari tiap 3 malam yang kamu lewatkan dengan tidur bermimpi adalah tentangku, aku cukup terkesan. sekali lagi, meskipun dalam mimpimu itu aku menjadi siluman buaya putih...
"aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu"
sama, tidak harus seindah itu. cukup kalau ada satu atau dua kilas bayangan figurku di dalam pikiran sadarmu. walaupun itu adalah sebuah kejadian ketika perilakuku membuat perutmu ingin mengeluarkan isinya dari bibir indahmu.
"karena langkah merapuh tanpa dirimu. karena hati tlah lelah..."
sesungguhnya bukan karena langkahku lunglai, atau hatiku yang begitu lemah cepat lelah, tapi karena hatiku masih bisa bersinergi dengan otakku sehingga kerangka subjektivitas masih tetap menjadi panduanku! aku dengan penuh sensitivitas mengerti jelas apa yang kurasakan dan aku dengan penuh tanggung jawab tahu benar apa yang kulakukan.
"aku ingin menjadi sesuatu yang bisa kau sentuh"
aku tidak peduli waktu, karena meski hati penuh gejolak memberontak untuk meminta lebih, tapi otakku sadar bahwa nilai tidak hanya ditentukan kuantitas, tapi juga kualitas. apa artinya ciuman tanpa jawaban dibandingkan getaran hati yang begitu jelas menggelora saat saling menyentuhkan kedua ujung jari kita?
"aku ingin kau tahu bahwa aku selalu memujamu"
ok, aku memang mengagumimu. tapi kukira aku tak akan sampai begitu tinggi memujamu! kuanggap kamu begitu berarti, tapi bukan berarti aku menjadi hamba sahayamu. bukankah kamu sendiri mengerti kalau aku seorang bebas?
"tanpamu sepinya waktu merantai hati"
terkadang aku merasa sepi. tapi sebagai seorang "aku", aku tidak akan selalu merasakannya. karena hatiku tak bisa dirantai olehmu (meski kamu juga tidak sengaja melakukannya.).
"kau seperti nyanyian dalam hatiku yang memanggil rinduku padamu."
be-te-we, sudah sejak 5 tahun lebih aku tidak menggubah lagu. well, hari ini 7 jam yang lalu beberapa kepingan2 partitur mampir di kepalaku saat aku sedang memangku gitar. suatu saat kamu bisa mendengarnya.
"kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada"
ada benarnya, ada tidaknya. kamu memang ada dalam hatiku hampir setiap kali kuhembuskan nafasku, bersama beberapa nama2 cantik. bukan berarti aku seorang player, cuma orang bodoh yang kadung terlalu jujur.
"hanya dirimu yang bisa membuatku tenang."
salah besar! bukan cuma kamu! kecuali kamu memfokuskannya pada sosokmu, lalu mempersempit pengertiannya...
"tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi"
apa perlu aku komentari kata2 ini juga? duhai gadis cantik berdagu lancip, aku tahu benar kamu bukan seorang bodoh! aku tidak akan merasa hilang dan tersesat dalam kubangan lumpur tanpa dasar! aku masih punya Tuhan! bila kamu tidak bisa membayangkannya, nilaimu turun 1 poin (yang sepertinya kamu terima dengan senang hati...)!
diluar itu semua, nada yang mengiringinya adalah satu2nya hal yang bisa kuterima sepenuh hati.
Thursday, December 01, 2005
same blood same sense
terbangun di pagi yang hangat. menatapmu bernafas cepat (yang membuatku ragu apakah kamu masih dibuai mimpi atau terjaga). membelai dan merapikan rambutmu yang basah oleh keringat (beberapa helai darinya yang membangunkanku dari tidur). sebuah kecupan selamat pagi kusentuhkan lembut di dahimu. ketika kamu mengubah posisi tidur (atau sekedar berbaring?), aku sudah duduk di pinggir kasur single tanpa tempat tidur sambil menyalakan sebatang rokok.
"panas banget sih?" katamu tiba-tiba
oh, ternyata kamu memang sudah bangun
"bukain jendelanya donk"
aku bangun dan memenuhi permintaanmu.
sinar matahari jam 9 pagi cukup menyilaukan mata manusia yang hampir tidak tidur 1 jam pun dalam kamar yang tidak diterangi cahaya kecuali sebuah lampu tidur berbentuk ornamen langit.
"mandi gih." usulku
"enggak mau. mo tidur lagi."
"emang tadi sempat tidur?" tanyaku
diam
terdengar suara perempuan setengah baya dari luar kamar.
"bibiii!" teriakmu tiba-tiba.
aku cuma sedikit memperhatikanmu dan wanita itu ngobrol. aku yakin saat itu kondisiku berantakan (yang pasti, kamu masih tetap cantik dalam kondisi yang sama. bahkan keringatmu tetap wangi lavender. aku masih bingung kenapa). yang pasti, akhirnya aku bisa memaksamu mandi, meski pada saat itu juga aku melakukan hal yang sama.
"oi! shampoo donk!"
"nih! sabunnya udah?"
"udah. nih! atau mau gw sabunin?"
kamu tertawa.
aku selalu berfikir betapa bodohnya orang-orang yang berandai-andai waktu bisa berhenti. satu kenyataan yang harus kita hadapi adalah tidak ada satupun mahluk di dunia ini yang bisa menghentikan waktu (kecuali dalam pandangan teori relatifitas).
ternyata aku harus menyatakan diriku bodoh berulang kali. seperti pada saat itu.
kenapa cuma 18 jam? kenapa cuma 4 kali?
kemudian ketika kujilati untuk sekian kali bibir dalamku yang luka oleh gigi depanmu (sekedar mengenang apa yang terjadi beberapa jam sebelumnya...), aku sadar. disitulah letak keindahannya! apa yang akan kita rasakan seandainya kita terjebak kesamaan yang abadi? hujanpun suatu saat akan berhenti. bunga-bunga juga akan layu. keindahan ada karena ada kejelekkan. panjang ada karena ada pendek.
cerita kita tidak akan berhenti. hanya episodenya yang berbeda.
sampai ketemu. entah kapan?
"panas banget sih?" katamu tiba-tiba
oh, ternyata kamu memang sudah bangun
"bukain jendelanya donk"
aku bangun dan memenuhi permintaanmu.
sinar matahari jam 9 pagi cukup menyilaukan mata manusia yang hampir tidak tidur 1 jam pun dalam kamar yang tidak diterangi cahaya kecuali sebuah lampu tidur berbentuk ornamen langit.
"mandi gih." usulku
"enggak mau. mo tidur lagi."
"emang tadi sempat tidur?" tanyaku
diam
terdengar suara perempuan setengah baya dari luar kamar.
"bibiii!" teriakmu tiba-tiba.
aku cuma sedikit memperhatikanmu dan wanita itu ngobrol. aku yakin saat itu kondisiku berantakan (yang pasti, kamu masih tetap cantik dalam kondisi yang sama. bahkan keringatmu tetap wangi lavender. aku masih bingung kenapa). yang pasti, akhirnya aku bisa memaksamu mandi, meski pada saat itu juga aku melakukan hal yang sama.
"oi! shampoo donk!"
"nih! sabunnya udah?"
"udah. nih! atau mau gw sabunin?"
kamu tertawa.
aku selalu berfikir betapa bodohnya orang-orang yang berandai-andai waktu bisa berhenti. satu kenyataan yang harus kita hadapi adalah tidak ada satupun mahluk di dunia ini yang bisa menghentikan waktu (kecuali dalam pandangan teori relatifitas).
ternyata aku harus menyatakan diriku bodoh berulang kali. seperti pada saat itu.
kenapa cuma 18 jam? kenapa cuma 4 kali?
kemudian ketika kujilati untuk sekian kali bibir dalamku yang luka oleh gigi depanmu (sekedar mengenang apa yang terjadi beberapa jam sebelumnya...), aku sadar. disitulah letak keindahannya! apa yang akan kita rasakan seandainya kita terjebak kesamaan yang abadi? hujanpun suatu saat akan berhenti. bunga-bunga juga akan layu. keindahan ada karena ada kejelekkan. panjang ada karena ada pendek.
cerita kita tidak akan berhenti. hanya episodenya yang berbeda.
sampai ketemu. entah kapan?
Wednesday, November 02, 2005
heroinne
paket pertama:
aku tidak mengerti kenapa banyak orang mati-matian memperebutkannya. yang kurasakan hanya sedikit geli di leher belakang. kupikir, yang membuatnya menarik adalah ketika menyaksikan teman-temanku bertingkah laku aneh (meski ada juga yang menjijikkan). let's get another shoot!
paket kedua:
ada yang aneh dengan kepalaku. sepertinya mataku menjadi buram? oh, tidak! aku bisa melihat jelas lagi. sepertinya malah semakin jelas. aku merasa sedikit mengantuk. kupikir ini sudah cukup. tapi, apa yang terjadi bila kutambah dosisnya?
paket ketiga:
semuanya penuh warna. semuanya begitu indah. aku tidak mengerti kenapa ia begitu cantik (padahal memang ia sebenarnya cantik!). pikiranku kacau. sepertinya keindahan itu menjadi semakin nyata meski aku yakin itu cuma halusinasi. aku melihatnya tersenyum. senyuman termanis yang pernah kulihat. aku menginginkannya lagi. sekarang!
paket keempat:
aku mengerti sekarang. aku tahu saat ini. kurasakan kehangatan pelukannya, mencengkram kuat di punggungku. better than sex! begitu... apa?
paket kelima:
aku ketagihan! oleh sensasi luar biasa yang ia berikan! aku membutuhkannya! aku begitu memerlukannya menjalari tubuhku. menggelinjang penuh perasaan yang tak tertahankan!
paket keenam:
berikan padaku! aku benar-benar membutuhkanmu! atau aku sakit! bukan! aku bisa mati! aku membutuhkanmu! mengapa kamu begitu susah kuraih? kenapa? kamu yang menggodaku! aku hanya sedikit bertindak! aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya! aku perlu kamu!
paket ketujuh:
terima kasih! sakitku hilang! tapi aku kembali sakit!
paket kedelapan:
aku sakit! aku butuh!
paket kesembilan:
to... tolongh.. to.. tolonglah... h...
paket kesepuluh:
...
(tidak kudapatkan paket kesebelas. karena ketidak beradaanya? atau ketidak beradaanku? )
aku tidak mengerti kenapa banyak orang mati-matian memperebutkannya. yang kurasakan hanya sedikit geli di leher belakang. kupikir, yang membuatnya menarik adalah ketika menyaksikan teman-temanku bertingkah laku aneh (meski ada juga yang menjijikkan). let's get another shoot!
paket kedua:
ada yang aneh dengan kepalaku. sepertinya mataku menjadi buram? oh, tidak! aku bisa melihat jelas lagi. sepertinya malah semakin jelas. aku merasa sedikit mengantuk. kupikir ini sudah cukup. tapi, apa yang terjadi bila kutambah dosisnya?
paket ketiga:
semuanya penuh warna. semuanya begitu indah. aku tidak mengerti kenapa ia begitu cantik (padahal memang ia sebenarnya cantik!). pikiranku kacau. sepertinya keindahan itu menjadi semakin nyata meski aku yakin itu cuma halusinasi. aku melihatnya tersenyum. senyuman termanis yang pernah kulihat. aku menginginkannya lagi. sekarang!
paket keempat:
aku mengerti sekarang. aku tahu saat ini. kurasakan kehangatan pelukannya, mencengkram kuat di punggungku. better than sex! begitu... apa?
paket kelima:
aku ketagihan! oleh sensasi luar biasa yang ia berikan! aku membutuhkannya! aku begitu memerlukannya menjalari tubuhku. menggelinjang penuh perasaan yang tak tertahankan!
paket keenam:
berikan padaku! aku benar-benar membutuhkanmu! atau aku sakit! bukan! aku bisa mati! aku membutuhkanmu! mengapa kamu begitu susah kuraih? kenapa? kamu yang menggodaku! aku hanya sedikit bertindak! aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya! aku perlu kamu!
paket ketujuh:
terima kasih! sakitku hilang! tapi aku kembali sakit!
paket kedelapan:
aku sakit! aku butuh!
paket kesembilan:
to... tolongh.. to.. tolonglah... h...
paket kesepuluh:
...
(tidak kudapatkan paket kesebelas. karena ketidak beradaanya? atau ketidak beradaanku? )
riding the wind
ada sesuatu yg kusukai saat angin malam menerpa wajah. sensasi yang kuperoleh saat melaju pada kecepatan 110 km/jam (kl lebih cepat dari itu, susah dinikmati!). pemandangan cahaya-cahaya berbagai warna yang berkelebatan di kanan, kiri, atas dan bawah. membungkukkan badan sebisanya, mencoba menitikberatkan tubuh ke depan saat melaju lurus, atau ke sudut belokan saat menelikung.
terpujilah orang yang menciptakan dan menyempurnakan sepeda motor!
terpujilah orang yang menciptakan dan menyempurnakan sepeda motor!
Tuesday, November 01, 2005
Telepon dari Seorang Teman
hari ini seorang teman menelponku. aku senang sekali! ia menanyakan kabarku, kujawab baik-baik saja. kutanyakan kabarnya, ia pun menjawab kalau ia baik-baik saja. aku senang sekali!
temanku (t): hai, jd gimana?
aku (a): apanya?
t: sori. gw br baca sms lo pagi ini! lo beneran gak papa kan?
a: iye! cuma kaget aja! gila! seumur-umur gw ngalamin hal ini!
t: trus? trus? trus?
a: trus kemana?
t: ih! dasar lo tuh ya!
a: (tertawa)
t: tapi, beneran kan? gak papa kan?
a: bener! koq gak percaya sih? gw kan cuma kaget, trus jd pengen ngabarin ke elo!
t: (tertawa)
a: hey! inlok loh! mo jebol tuh pulsa?
t: biarin, dari rumah ini!
a: oh, iya deh! terserah! paling ntar bokap lo marah gara-gara liat tagihan telpon!
t: (tertawa)
a: (tertawa)
t: ya udah! ntar ceritain kalo udah pulang ya!
a: iya! pasti!
t: daaah...!
a: dadah!
hari ini seorang teman menelponku. aku senang sekali! cukup lama kami tidak bertemu. sebulan? dua bulan? setahun? hari ini seorang teman menelponku!
ia menelponku? bukan! miskol doank...
aku menelponnya.
a: hey, bangun!
t: (menguap) iyeee! duh, cerewet amat!
a: ntar gendut lo, kebanyakan tidur!
t: biarin, emang pengen gemukin badan.
a: ntar lo tambah jelek!
t: biarin!
a: ...
t: ...
a: udah ah!
t: hm?
a: udahan!
t: oh, iya...
a: salam buat pacar lo
t: iye. salam juga buat pacar lo. bilangin, selamat ya!
a: iya deh. see you!
t: bye
apa yang kurang ya? bukankah semuanya telah kembali seperti biasa?
...
sudahlah, lebih baik aku segera mandi!
temanku (t): hai, jd gimana?
aku (a): apanya?
t: sori. gw br baca sms lo pagi ini! lo beneran gak papa kan?
a: iye! cuma kaget aja! gila! seumur-umur gw ngalamin hal ini!
t: trus? trus? trus?
a: trus kemana?
t: ih! dasar lo tuh ya!
a: (tertawa)
t: tapi, beneran kan? gak papa kan?
a: bener! koq gak percaya sih? gw kan cuma kaget, trus jd pengen ngabarin ke elo!
t: (tertawa)
a: hey! inlok loh! mo jebol tuh pulsa?
t: biarin, dari rumah ini!
a: oh, iya deh! terserah! paling ntar bokap lo marah gara-gara liat tagihan telpon!
t: (tertawa)
a: (tertawa)
t: ya udah! ntar ceritain kalo udah pulang ya!
a: iya! pasti!
t: daaah...!
a: dadah!
hari ini seorang teman menelponku. aku senang sekali! cukup lama kami tidak bertemu. sebulan? dua bulan? setahun? hari ini seorang teman menelponku!
ia menelponku? bukan! miskol doank...
aku menelponnya.
a: hey, bangun!
t: (menguap) iyeee! duh, cerewet amat!
a: ntar gendut lo, kebanyakan tidur!
t: biarin, emang pengen gemukin badan.
a: ntar lo tambah jelek!
t: biarin!
a: ...
t: ...
a: udah ah!
t: hm?
a: udahan!
t: oh, iya...
a: salam buat pacar lo
t: iye. salam juga buat pacar lo. bilangin, selamat ya!
a: iya deh. see you!
t: bye
apa yang kurang ya? bukankah semuanya telah kembali seperti biasa?
...
sudahlah, lebih baik aku segera mandi!
Sunday, October 30, 2005
jeritan hati sebuah boneka
salahkah bila aku menjerit saat ini? meneriakkan kata-kata penyesalan karena mengingat betapa aku menghabiskan begitu banyak waktu tanpa menikmati apa yang sebenarnya bisa kuraih? tubuhku cukup tinggi untuk menggapai dahan yang paling tinggi. kakiku cukup kuat untuk berlari mengejar matahari. otakku cukup pintar untuk menelurkan ribuan ide-ide. hartaku cukup banyak untuk memberi makan semua penduduk miskin di dunia. tapi kenapa aku tidak mendapat kesempatan itu?
duniaku seperti kotak sabun, kubus. hidupku bagaikan lumpur, pekat. musikku ibarat detak jam, statis.
apakah aku salah bila kini aku memberontak? meneriakkan yel-yel perjuangan? menyebarkan semangat revolusi? memprovokasi para petani untuk mengangkat garpu-garpu tanah dan cangkul-cangkul mereka? mengorganisir pasukan berani mati? salahkah?
teriakkan-teriakkan itu serasa menggema dalam kepalaku! hatiku menangis mendengar berita-berita miris. hidungku menciumi aroma bangkai. aku jelas-jelas merasakan denyut jantung mereka, mendengar nafas mereka, mencium bau keringat mereka. aku berada di antara mereka.
bukan, aku berdiri di depan mereka!
aku ingat betapa belenggu itu demikian kuat selayaknya aku mengerti sendi-sendi yang bisa mengantarkanku pada kebebasan. aku ingat bagaimana alam pikiran bawah sadarku meledak oleh ketidakturutan perilakuku yang teraniaya. bahkan kreativitasku dibunuh!
mulai detik ini, tidak seorangpun yang bisa mengendalikanku! tidak seekor mahlukpun yang bisa melarangku. aku seorang bebas! pikiranku seluas langit dan bumi! gerakanku tanpa batasan energi!
kupandangi dalang itu dengan tajam. kulihat roman mukanya yang ketakutan. kugerakkan tanganku seraya kendali tungkaiku menjelma menjadi bilah-bilah pisau tajam. jauh lebih tajam daripada silet, jauh lebih berkarat daripada kapal karam, jauh lebih beracun daripada ular, jauh lebih menyakitkan daripada siksa kubur!
aku bukan Tuhan, tapi aku punya kendali atas diriku sendiri sebagaimana Tuhan menganugrahkannya padaku. seperti saat ini saat kudekati dalang itu dengan perlahan, menikmati setiap langkahku yang bergemeletuk tidak konstan (bukan karena ragu atau lumpuh, tapi karena betapa menyenangkan mendengar kengerian sutradara itu setiap mendengar bunyi langkahku!) agar terbayar penderitaanku selama ini...
maaf, bukan aku durhaka. maaf, bukan aku pengkhianat. sekali lagi maaf, aku bukan tidak tahu berbalas budi! aku hanya menerangkan dengan jelas agar kamu mengerti betapa sebuah ledakan hanya dapat tercipta bila udara termampatkan. jarum hanya bisa menusuk bila ditekan. tali hanya bisa mencekik bila ditarik. seperti peluru hanya bisa membunuh bila pelatuk itu ditarik.
Tuhan, terima kasih atas kesempatan yang diberikan olehMu kali ini hingga aku bisa menikmati kesempatan ini. merasakan segarnya darah yang memandikanku. mendengar lagu-lagu seriosa nan indah yang dinyanyikan dari tenggorokannya yang dibanjiri ketakutan. sungguh, betapa sensasi itu jauh lebih indah daripada menyenggama gadis muda nan cantik lagi perawan! heroin dan candu pun tak lebih memabukkan!
kupandangi sekali lagi tubuh penjajah itu menggeliat sejalan ajalnya menjelang sangat perlahan-lahan.
perlahan dan perlahan...
lambat dan melambat...
pelan.....
lambat........
lama............
b...e...g...i...t...u.........l...a...m...a.......
duniaku seperti kotak sabun, kubus. hidupku bagaikan lumpur, pekat. musikku ibarat detak jam, statis.
apakah aku salah bila kini aku memberontak? meneriakkan yel-yel perjuangan? menyebarkan semangat revolusi? memprovokasi para petani untuk mengangkat garpu-garpu tanah dan cangkul-cangkul mereka? mengorganisir pasukan berani mati? salahkah?
teriakkan-teriakkan itu serasa menggema dalam kepalaku! hatiku menangis mendengar berita-berita miris. hidungku menciumi aroma bangkai. aku jelas-jelas merasakan denyut jantung mereka, mendengar nafas mereka, mencium bau keringat mereka. aku berada di antara mereka.
bukan, aku berdiri di depan mereka!
aku ingat betapa belenggu itu demikian kuat selayaknya aku mengerti sendi-sendi yang bisa mengantarkanku pada kebebasan. aku ingat bagaimana alam pikiran bawah sadarku meledak oleh ketidakturutan perilakuku yang teraniaya. bahkan kreativitasku dibunuh!
mulai detik ini, tidak seorangpun yang bisa mengendalikanku! tidak seekor mahlukpun yang bisa melarangku. aku seorang bebas! pikiranku seluas langit dan bumi! gerakanku tanpa batasan energi!
kupandangi dalang itu dengan tajam. kulihat roman mukanya yang ketakutan. kugerakkan tanganku seraya kendali tungkaiku menjelma menjadi bilah-bilah pisau tajam. jauh lebih tajam daripada silet, jauh lebih berkarat daripada kapal karam, jauh lebih beracun daripada ular, jauh lebih menyakitkan daripada siksa kubur!
aku bukan Tuhan, tapi aku punya kendali atas diriku sendiri sebagaimana Tuhan menganugrahkannya padaku. seperti saat ini saat kudekati dalang itu dengan perlahan, menikmati setiap langkahku yang bergemeletuk tidak konstan (bukan karena ragu atau lumpuh, tapi karena betapa menyenangkan mendengar kengerian sutradara itu setiap mendengar bunyi langkahku!) agar terbayar penderitaanku selama ini...
maaf, bukan aku durhaka. maaf, bukan aku pengkhianat. sekali lagi maaf, aku bukan tidak tahu berbalas budi! aku hanya menerangkan dengan jelas agar kamu mengerti betapa sebuah ledakan hanya dapat tercipta bila udara termampatkan. jarum hanya bisa menusuk bila ditekan. tali hanya bisa mencekik bila ditarik. seperti peluru hanya bisa membunuh bila pelatuk itu ditarik.
Tuhan, terima kasih atas kesempatan yang diberikan olehMu kali ini hingga aku bisa menikmati kesempatan ini. merasakan segarnya darah yang memandikanku. mendengar lagu-lagu seriosa nan indah yang dinyanyikan dari tenggorokannya yang dibanjiri ketakutan. sungguh, betapa sensasi itu jauh lebih indah daripada menyenggama gadis muda nan cantik lagi perawan! heroin dan candu pun tak lebih memabukkan!
kupandangi sekali lagi tubuh penjajah itu menggeliat sejalan ajalnya menjelang sangat perlahan-lahan.
perlahan dan perlahan...
lambat dan melambat...
pelan.....
lambat........
lama............
b...e...g...i...t...u.........l...a...m...a.......
today's mp3 playlist
not in alphabetical list
click the title to view the lyric
(tidak diurutkan berdasarkan alfabet
klik judul lagu untuk melihat lirik)
1. indra l feat nania - sedalam cintamu
2. tangga - terbaik untukmu
3. padi - siapakah gerangan dirinya
4. tangga - hebat
5. delon feat winda - lilin-lilin kecil
6. glenn fredly - januari
7. dewa - roman picisan
8. gigi - cinta terakhir
9. maliq & d'essential's - terdiam
10. once & victorian orchestra - dealova
11. ari lasso - perbedaan
12. marcell - semusim
13. dewa - kirana
14. chrisye - seperti yang kau minta
15. radja - jujur
16. maliq & d'essential's - untitled
17. tere - dosa termanis
18. dewa - pupus
19. fariz rm - sakura (remix)
20. indonesian idol 2 - cinta
21. ratu - teman tapi mesra
22. agnes m & dhani - cinta mati
23. audy - menangis semalam
24. erros feat okta - gie
25. helena - sekali cinta tetap cinta
26. white shoes & the couples company - senandung maaf
27. radja - tulus
28. voo - aku kecewa
29. gigi - terbang
30. radja - manusia biasa
31. padi - sobat
32. padi - kasih tak sampai
33. element - cinta sejati
34. glenn fredly - akhir cerita cinta
click the title to view the lyric
(tidak diurutkan berdasarkan alfabet
klik judul lagu untuk melihat lirik)
1. indra l feat nania - sedalam cintamu
2. tangga - terbaik untukmu
3. padi - siapakah gerangan dirinya
4. tangga - hebat
5. delon feat winda - lilin-lilin kecil
6. glenn fredly - januari
7. dewa - roman picisan
8. gigi - cinta terakhir
9. maliq & d'essential's - terdiam
10. once & victorian orchestra - dealova
11. ari lasso - perbedaan
12. marcell - semusim
13. dewa - kirana
14. chrisye - seperti yang kau minta
15. radja - jujur
16. maliq & d'essential's - untitled
17. tere - dosa termanis
18. dewa - pupus
19. fariz rm - sakura (remix)
20. indonesian idol 2 - cinta
21. ratu - teman tapi mesra
22. agnes m & dhani - cinta mati
23. audy - menangis semalam
24. erros feat okta - gie
25. helena - sekali cinta tetap cinta
26. white shoes & the couples company - senandung maaf
27. radja - tulus
28. voo - aku kecewa
29. gigi - terbang
30. radja - manusia biasa
31. padi - sobat
32. padi - kasih tak sampai
33. element - cinta sejati
34. glenn fredly - akhir cerita cinta
dalam jiwa yang kosong (sebuah pengantar)
inilah trilogiku yang pertama kali dipublikasikan (meski lewat blog, hehehe!). 3 buah essay yang melukiskan perasaanku ketika berada di sebuah rumah peristirahatan milik seorang teman. saat itu aku sedang duduk sendirian setelah mendapat berbagai kabar yang membuat kepalaku tiba-tiba terserang migrain (padahal sejak setahun lalu aku tidak pernah mengalaminya!!!). tak bisa kupungkiri, suasana malam di bulan oktober yang dingin, lagu-lagu mp3 bertemakan hubungan antar manusia dan kematian, dan lingkungan peristirahatan yang tenang, menambah ide-ideku untuk menulis. bahkan kupastikan sakitnya kepalaku justru memperkaya tiap kata yang kutulis. andai saja puluhan nyamuk-nyamuk vampir itu tidak menggangguku, aku akan menyelesaikannya malam itu juga!
kupikir, mungkin kebanyakan isi blogku akan seperti ini. tapi apa yang dapat kulakukan lagi? ini bukan tulisan dengan nilai komersil, lebih banyak menggambarkan ungkapan hati! meski aku tidak tahu siapa yang akan membacanya, dan kapan, dan apakah menginap cukup lama di hati atau tidak, aku benar-benar tidak terlalu ambil peduli. meski tentu saja segala komentar akan menjadi begitu berarti.
kupikir, mungkin kebanyakan isi blogku akan seperti ini. tapi apa yang dapat kulakukan lagi? ini bukan tulisan dengan nilai komersil, lebih banyak menggambarkan ungkapan hati! meski aku tidak tahu siapa yang akan membacanya, dan kapan, dan apakah menginap cukup lama di hati atau tidak, aku benar-benar tidak terlalu ambil peduli. meski tentu saja segala komentar akan menjadi begitu berarti.
dalam jiwa yang kosong (bagian pertama)
malam ini aku melihat hantu. biji bola mata coklatnya memudar hingga putih pucat, menyisakan pupil kecil hitam saja yang dapat kulihat. wajah tirus itu biasanya tembam berisi (seperti pengakuannya), hingga aku berfikir bahwa inilah yang dinamakan halusinasi. pemandangan berbagai metafisik materi yang membentuk satu figur tak nyata, menari-nari bagai geliat lidah api yang membakar tumpukan kayu-kayu kering. tampak, tapi tidak ada. keberadaanya merupakan suatu relativitas.
ringan dan tenang ia melayang hingga berhenti di satu posisi yang memperlihatkan seluruh tubuhnya. dengan kedua tangan lemah bagai tak bertulang, ia mengajakku untuk mendekat. begitu dekat aku menghampirinya hingga bila tertunduk sedikit saja kepalaku, tersentuhlah dahi berponi panjang itu oleh ujung hidungku. kemudian bibir keringnya membuka sebagian, mengucapkan kata-kata yang cuma bisa kumengerti sendiri. dalam bahasa sandi, terenkripsi acak, didengar dengan membuka mata hati tertulus. perandaian itu mungkin dapat kutuliskan:
"dalam jiwa yang kosong tanpa raga, dalam kegelapan malam tanpa rembulan, dalam kerinduan tanpa berkesampaian, dalam senandung kidung tanpa melodi, dalam ungkapan penuh rima. perhatikanlah aku...
aku ingin semuanya berkesudahan, keabadian ini cuma siksaan. mengapa ribuan jawaban darimu cuma melahirkan jutaan pertanyaan lain? aku ingin hidup sebagaimana indahnya warna-warni kembang kemboja yang disuburkan oleh jasadku. kenapa kamu datang justru hanya untuk berpamitan denganku? dengan ketenangan bagai danau di pulau tanpa nama, aku mendengarmu. dengan keriuhan seperti kelelewar yang keluar saat langit mulai ditinggalkan cahaya surya, kuungkapkan padamu. retorika tetaplah sebuah retorika, jawabannya tak perlu dilafalkan dengan lidah (sedangkan kulihat air matamu kembali menitik seketika titik penglihatanmu jatuh di ujung lidahku yang lama tak terbasahi liur). cukuplah seperti yang kita lakukan saat ini, mengartikan dengan bebas eksplisitnya tarian purnamaku."
aku cuma bisa tertegun saat daun-daun kering mengiringi gerakan lemah gemulainya menarikan ribuan legenda masa lalu, beraktingkan ribuan wajah dengan karakter yang berbeda-beda. alunan musik tanpa suara vokalis terdengar sayup-sayup (mungkin campuran aliran barok dan romantik...) mendendangkan nada-nada pentatonik, kadang jelas kadang kabur. ingin rasanya kulangkahkan kakiku mengikuti gerakan kakinya, sampai kemudian kuurungkan niatku sesegera aku menyadari tidak ada lagi tempat untuk berpijak selain dimana aku berdiri. kemana jalan setapak yang baru saja kulewati?
kenyataanya, aku hanya membutuhkan sebuah hati bersih untuk mengartikan kebersihan hati...
aku semakin yakin bahwa figur didepanku adalah hantu! dengan penuh rasa penasaran aku mengikutinya kemanapun ia pergi, semampuku. dengan penuh keinginan aku mendengar celoteh tawa kecilnya yang jarang-jarang terdengar, sekumengerti. dengan penuh perhatian aku memperhatikan fabel-fabel yang menganalogikan kehidupannya, sepenuh ikhlasku.
malam ini kurasakan tahun cahaya bagaikan sedetik kebersamaan.
ringan dan tenang ia melayang hingga berhenti di satu posisi yang memperlihatkan seluruh tubuhnya. dengan kedua tangan lemah bagai tak bertulang, ia mengajakku untuk mendekat. begitu dekat aku menghampirinya hingga bila tertunduk sedikit saja kepalaku, tersentuhlah dahi berponi panjang itu oleh ujung hidungku. kemudian bibir keringnya membuka sebagian, mengucapkan kata-kata yang cuma bisa kumengerti sendiri. dalam bahasa sandi, terenkripsi acak, didengar dengan membuka mata hati tertulus. perandaian itu mungkin dapat kutuliskan:
"dalam jiwa yang kosong tanpa raga, dalam kegelapan malam tanpa rembulan, dalam kerinduan tanpa berkesampaian, dalam senandung kidung tanpa melodi, dalam ungkapan penuh rima. perhatikanlah aku...
aku ingin semuanya berkesudahan, keabadian ini cuma siksaan. mengapa ribuan jawaban darimu cuma melahirkan jutaan pertanyaan lain? aku ingin hidup sebagaimana indahnya warna-warni kembang kemboja yang disuburkan oleh jasadku. kenapa kamu datang justru hanya untuk berpamitan denganku? dengan ketenangan bagai danau di pulau tanpa nama, aku mendengarmu. dengan keriuhan seperti kelelewar yang keluar saat langit mulai ditinggalkan cahaya surya, kuungkapkan padamu. retorika tetaplah sebuah retorika, jawabannya tak perlu dilafalkan dengan lidah (sedangkan kulihat air matamu kembali menitik seketika titik penglihatanmu jatuh di ujung lidahku yang lama tak terbasahi liur). cukuplah seperti yang kita lakukan saat ini, mengartikan dengan bebas eksplisitnya tarian purnamaku."
aku cuma bisa tertegun saat daun-daun kering mengiringi gerakan lemah gemulainya menarikan ribuan legenda masa lalu, beraktingkan ribuan wajah dengan karakter yang berbeda-beda. alunan musik tanpa suara vokalis terdengar sayup-sayup (mungkin campuran aliran barok dan romantik...) mendendangkan nada-nada pentatonik, kadang jelas kadang kabur. ingin rasanya kulangkahkan kakiku mengikuti gerakan kakinya, sampai kemudian kuurungkan niatku sesegera aku menyadari tidak ada lagi tempat untuk berpijak selain dimana aku berdiri. kemana jalan setapak yang baru saja kulewati?
kenyataanya, aku hanya membutuhkan sebuah hati bersih untuk mengartikan kebersihan hati...
aku semakin yakin bahwa figur didepanku adalah hantu! dengan penuh rasa penasaran aku mengikutinya kemanapun ia pergi, semampuku. dengan penuh keinginan aku mendengar celoteh tawa kecilnya yang jarang-jarang terdengar, sekumengerti. dengan penuh perhatian aku memperhatikan fabel-fabel yang menganalogikan kehidupannya, sepenuh ikhlasku.
malam ini kurasakan tahun cahaya bagaikan sedetik kebersamaan.
dalam jiwa yang kosong (bagian kedua)
hari ini aku mencumbu hantu. atau ia yang mencumbuku? atau itu cuma khayalan bodoh? mimpi basah? padahal kurasakan jelas dingin auranya saat bayangan samar tanpa fisik itu menembus ragaku. bagai angin musim dingin ketika aku berada di antaranya (atau ia yang merasukiku?). jauh lebih memabukkan daripada arak! jauh lebih panas daripada bara api! jauh lebih putih daripada heroin! jauh di luar imajinasi terliarku. aku tergilas nikmatnya kebingungan, melemparku ke dalam rumitnya misteri gaib.
kemudian terdengar dialog seperti yang terdapat hampir di semua skenario drama:
"aku membutuhkanku kadang-kadang..."
sebenarnya aku siap setiap saat, dengan cara yang berbeda-beda.
"kenapa semuanya menjadi tampak berlebihan?"
karena aku seorang jujur, kejujuran dipandang aneh saat ini.
"aku menikmati setiap detik bersamamu!"
aku sangat menghargai bagaimana kamu menghiburku.
"mengapa harus aku? mengapa harus kamu? mengapa kita? aku berada dalam
dilema yang menjengkelkan!"
tidak pernah kurasakan lagi masalah syaraf di kepalaku sejak operasi besar yang kualami setahun lalu, dan sekarang serangan migrain mengisi keseharianku.
"meski kenyatannya kita memiliki benyak kesamaan..."
perbedaan kita dapat dihitung dengan jari, namun kesenggangan itu
tampak jelas begitu lebar dan dalam!
"bukan berarti kamu memilikiku!!!"
bukankah itu yang selalu kucoba mengungkapkannya padamu selama ini?
aku tidak akan pernah lelah menjelaskan, dengan berjuta frasa, berbagai bingkai, bermacam-macam kalam, beraneka dialektika, hanya sekedar membuatmu mengerti? semua daya tarik yang ada padamu, tetap masih tabu untukku. segala kata-kata dan sikap nyata dariku, tetap tidak selalu ditujukan padamu. kamu begitu istimewa saat ini (dan bisa kupastikan sama hingga nanti) namun bukan berarti aku akan tersungkur untuk sujud menyembahmu!
kamu begitu indah kawan. kamu begitu cantik, kasih. tapi lolongan nan melengking itu masih dapat menjadi gaung yang saling bersahutan. abstraksi chaotic yang rumit, namun begitu terang untuk dipelajari karena keindahan daya tariknya. bayangkan sebuah permata, aku mengasahnya siang malam bermandikan peluh hingga ia tampak begitu indah
bersinar dan cantik dikenakan. kemudian percayailah ini, meski kecemburuanku memuncak saat permata itu berpindah tangan dengan cara yang halal, aku memandangnya dengan penuh kebanggaan karena hasil karyaku menambah beragam nilai estetika pemiliknya.
usai sudah mulutku memaparkan, kulihat dengan penuh harap ke matanya, lurus dan terfokus.
tapi aku hanya melihat kehampaan dan (lagi-lagi) tanda tanya sebagai alasan menafikkan emosi dan intelejensi.
aku ingin mencumbu hantu itu sekali lagi...
kemudian terdengar dialog seperti yang terdapat hampir di semua skenario drama:
"aku membutuhkanku kadang-kadang..."
sebenarnya aku siap setiap saat, dengan cara yang berbeda-beda.
"kenapa semuanya menjadi tampak berlebihan?"
karena aku seorang jujur, kejujuran dipandang aneh saat ini.
"aku menikmati setiap detik bersamamu!"
aku sangat menghargai bagaimana kamu menghiburku.
"mengapa harus aku? mengapa harus kamu? mengapa kita? aku berada dalam
dilema yang menjengkelkan!"
tidak pernah kurasakan lagi masalah syaraf di kepalaku sejak operasi besar yang kualami setahun lalu, dan sekarang serangan migrain mengisi keseharianku.
"meski kenyatannya kita memiliki benyak kesamaan..."
perbedaan kita dapat dihitung dengan jari, namun kesenggangan itu
tampak jelas begitu lebar dan dalam!
"bukan berarti kamu memilikiku!!!"
bukankah itu yang selalu kucoba mengungkapkannya padamu selama ini?
aku tidak akan pernah lelah menjelaskan, dengan berjuta frasa, berbagai bingkai, bermacam-macam kalam, beraneka dialektika, hanya sekedar membuatmu mengerti? semua daya tarik yang ada padamu, tetap masih tabu untukku. segala kata-kata dan sikap nyata dariku, tetap tidak selalu ditujukan padamu. kamu begitu istimewa saat ini (dan bisa kupastikan sama hingga nanti) namun bukan berarti aku akan tersungkur untuk sujud menyembahmu!
kamu begitu indah kawan. kamu begitu cantik, kasih. tapi lolongan nan melengking itu masih dapat menjadi gaung yang saling bersahutan. abstraksi chaotic yang rumit, namun begitu terang untuk dipelajari karena keindahan daya tariknya. bayangkan sebuah permata, aku mengasahnya siang malam bermandikan peluh hingga ia tampak begitu indah
bersinar dan cantik dikenakan. kemudian percayailah ini, meski kecemburuanku memuncak saat permata itu berpindah tangan dengan cara yang halal, aku memandangnya dengan penuh kebanggaan karena hasil karyaku menambah beragam nilai estetika pemiliknya.
usai sudah mulutku memaparkan, kulihat dengan penuh harap ke matanya, lurus dan terfokus.
tapi aku hanya melihat kehampaan dan (lagi-lagi) tanda tanya sebagai alasan menafikkan emosi dan intelejensi.
aku ingin mencumbu hantu itu sekali lagi...
Friday, October 28, 2005
dalam jiwa yang kosong (bagian ketiga)
malam in kutinggalkan hantu. eter2 membentuk sosok ganjil itu melayang ke kahyangan. dingin hembusan angin yang tercipta dari helaian selendangnya masih terasa hingga menembus tulang rusukku. tatapan kosongnya menulari caraku memandang dunia. kenapa bayangan-bayangan itu tetap ada meski tubuh mayanya telah pergi?
"kita cuma cerita novel picisan! kita sendiri yang menokohkan karakter-karakternya, menentukan plotnya, dan mengakhirinya sesuai keinginan kita (atau sesuai norma-norma yang berdiri di sekeliling kita?)!!! namun aku tetap menikmatinya meski masih tersisa sedikit penyesalan, seperti yang kuharapkan kamu merasakannya. sekarang lembar terakhir telah habis. Tidak ada secuil kertaspun untuk menuliskan daftar transalasi kata-kata rumit yang tertera di karya tulis ini, atau daftar pustaka, atau bibliografi, apalagi daftar riwayat hidup! selain kata yang seharusnya ada di halaman terakhir : "tamat". aku berikan kekuasaan padamu untuk menuliskannya. jemariku telah lemah lunglai, bibirku telah kaku kering sebagaimana gersangnya airmataku."
aku menolak mengangkat pena...
"kalau kamu benar-benar menyayangiku, lakukanlah! karena hanya kamu yang masih memiliki fisik nyata! karena hanya kamulah yang masih bisa menggunakan kedua kakimu untuk melangkah! karena hanya kamulah yang seharusnya lebih bisa memahami dunia ini! bagaimanapun, kita masih bisa bertemu saat doa-doa yang kau lafadzkan menyebut namaku dalam kalimat-kalimat tawadhu. bagaimanapun, dunia nyata dan ghaib tetaplah satu, ciptaan Khalik. bagaimanapun, akhir dari cerita ini semua bergantung padamu. aku hanyalah sosok imajinasimu! ambisimu! egomu! birahimu! kreativitasmu!"
aku dengan ragu-ragu meraih papan keyboard (bagiku lebih mudah mengetik tombol-tombol daripada menulis di lembaran kertas...)
"mengertilah, aku terkadang membutuhkanmu. meski aku tidak tahu kenapa kita terlanjur hidup di dunia yang berbeda. aku tetap membutuhkanmu. meski aku tidak tahu kenapa kita masih saja hidup di dunia yang berbeda. aku membutuhkanmu dari kemarin, sekarang dan hingga nanti. meski begitu besar keyakinanku akan benarnya kehidupan kita berdua saat ini. lakukanlah, seperti yang telah kamu niatkan sebelumnya! lakukanlah, seperti yang telah kamu ramalkan sebelumnya!"
kunikmati detik-detik terakhir (mungkin) untuk dapat melihatnya dengan sadar dalam keadaan yang paling memabukkan.
"selamat tinggal... peraduanku menunggu..."
memandangnya terbang melayang ke langit seperti melihat keajaiban dunia. meski kemudian mataku kehilangan sosoknya, kudengar bisikan-bisikan yang menandakan ia masih dapat memperhatikanku seutuhnya.
"terima kasih. semua benar-benar berarti untukku..."
seberapa besar ungkapan "benar-benar" dalam menegaskan kata "berarti"? aku tidak peduli. apapun yang terjadi, aku tetaplah aku. aku hidup disini, dan dia hidup disana. aku merelakannya meski harapan tak akan pernah pudar. aku menajalani kehidupan ini dengan ikhlas karena aku yang pertama kali memilih untuk menentukan sikap, menyatakan pendapat, meneliti keadaan, dan menetapkan pilihanku!!!
kemudian pada secuil tempat yang tersisa dari entah berapa banyak lokasi, untuk menuliskan kata terakhir yang menentukan akhir dari cerita ini:
"bersambung..."
"kita cuma cerita novel picisan! kita sendiri yang menokohkan karakter-karakternya, menentukan plotnya, dan mengakhirinya sesuai keinginan kita (atau sesuai norma-norma yang berdiri di sekeliling kita?)!!! namun aku tetap menikmatinya meski masih tersisa sedikit penyesalan, seperti yang kuharapkan kamu merasakannya. sekarang lembar terakhir telah habis. Tidak ada secuil kertaspun untuk menuliskan daftar transalasi kata-kata rumit yang tertera di karya tulis ini, atau daftar pustaka, atau bibliografi, apalagi daftar riwayat hidup! selain kata yang seharusnya ada di halaman terakhir : "tamat". aku berikan kekuasaan padamu untuk menuliskannya. jemariku telah lemah lunglai, bibirku telah kaku kering sebagaimana gersangnya airmataku."
aku menolak mengangkat pena...
"kalau kamu benar-benar menyayangiku, lakukanlah! karena hanya kamu yang masih memiliki fisik nyata! karena hanya kamulah yang masih bisa menggunakan kedua kakimu untuk melangkah! karena hanya kamulah yang seharusnya lebih bisa memahami dunia ini! bagaimanapun, kita masih bisa bertemu saat doa-doa yang kau lafadzkan menyebut namaku dalam kalimat-kalimat tawadhu. bagaimanapun, dunia nyata dan ghaib tetaplah satu, ciptaan Khalik. bagaimanapun, akhir dari cerita ini semua bergantung padamu. aku hanyalah sosok imajinasimu! ambisimu! egomu! birahimu! kreativitasmu!"
aku dengan ragu-ragu meraih papan keyboard (bagiku lebih mudah mengetik tombol-tombol daripada menulis di lembaran kertas...)
"mengertilah, aku terkadang membutuhkanmu. meski aku tidak tahu kenapa kita terlanjur hidup di dunia yang berbeda. aku tetap membutuhkanmu. meski aku tidak tahu kenapa kita masih saja hidup di dunia yang berbeda. aku membutuhkanmu dari kemarin, sekarang dan hingga nanti. meski begitu besar keyakinanku akan benarnya kehidupan kita berdua saat ini. lakukanlah, seperti yang telah kamu niatkan sebelumnya! lakukanlah, seperti yang telah kamu ramalkan sebelumnya!"
kunikmati detik-detik terakhir (mungkin) untuk dapat melihatnya dengan sadar dalam keadaan yang paling memabukkan.
"selamat tinggal... peraduanku menunggu..."
memandangnya terbang melayang ke langit seperti melihat keajaiban dunia. meski kemudian mataku kehilangan sosoknya, kudengar bisikan-bisikan yang menandakan ia masih dapat memperhatikanku seutuhnya.
"terima kasih. semua benar-benar berarti untukku..."
seberapa besar ungkapan "benar-benar" dalam menegaskan kata "berarti"? aku tidak peduli. apapun yang terjadi, aku tetaplah aku. aku hidup disini, dan dia hidup disana. aku merelakannya meski harapan tak akan pernah pudar. aku menajalani kehidupan ini dengan ikhlas karena aku yang pertama kali memilih untuk menentukan sikap, menyatakan pendapat, meneliti keadaan, dan menetapkan pilihanku!!!
kemudian pada secuil tempat yang tersisa dari entah berapa banyak lokasi, untuk menuliskan kata terakhir yang menentukan akhir dari cerita ini:
"bersambung..."
Thursday, October 20, 2005
untuk sebuah ketidakmungkinan
(atau sebuah pemikiran pesimistik???)
pernah berfikir tentang ketidakpastian? pernah berfikir tentang takdir? pernah berfikir kenapa nasib setiap orang berbeda-beda? pernah mendatangi peramal? atau menanyakan kejadian masa depan dari seorang teman yang katanya bisa menghitung kartu? atau membaca ampas kopi?
aku bukan orang yang suka mengumbar janji seenaknya. takdir itu rahasia Tuhan. bahkan Rasulullah saja pernah salah (ingat kisah ketika masa awal-awal dakwah, saat seorang yang meminta sebuah nash tentang suatu kasus, Rasulullah menjanjikannya satu hari tapi kemudian meleset? dan Allah menegurnya bahwa segala nasib, jodoh dan rejeki itu ditanganNya?)!!! adalah bodoh menganggap sesuatu akan terjadi 100% seperti yang kita mau. atau kita prediksi (bahkan prediksi bukan sebuah kata yg mengungkapkan kepastian). atau kita ramalkan (tarot, ampas kopi, batang daun teh, sendal, tafsir mimpi, dan lainnya...). semuanya tetap tidak pasti.
tapi kita manusia. kita bisa berusaha. karena kita punya otak! selama otak di kepala kita masih bekerja, kita masih bisa melakukan sesuatu. setidaknya berdoa. itulah selemah-lemahnya manusia: hanya berdoa tanpa ikhtiar? hanya otak kitalah yang membuat (atau dibuat oleh otak orang lain, atau memang didesain oleh Yang Maha Pencipta) usaha kita dibatasi!
kemudian kita membuat batasan-batasan itu menjadi lebih longgar atau lebih sempit...
seperti apa yang aku lakukan padamu (apa harus ditegaskan subjek "kamu" dengan ungkapan "wahai kasih tak sampaiku, bukan hokiku, barang haram, bagai memeluk gunung..."???)!!! tidakkah kamu mengerti betapa egonya aku, memagariku dengan benteng yang kokoh tapi membuat jalan rahasia bawah tanah untuk menemuimu? lagipula, itu tidak adil untuk kamu dan aku (seperti syair lagu apa ya?)?
lagipula, aku tidak berani memastikannya secara langsung. apakah memang seharusnya aku berkorban untukmu? karena aku masih patuh pada norma-norma timur kita (yang banyak dipengaruhi norma barat!), dan aku hidup terintegrasi di dalamnya. membuatku mementahkan semua data-data yang kudapat dari ribuan enumerator kompeten. membuatku merasa derajat sample error 0,005 sudah terlalu besar sehingga preparat-preparat itu sebaiknya dibuang saja. bahkan meski kudiferensiasi ulang, mendekripsinya dengan berbagai pemecah sandi, merumuskannya dengan rumit melebihi kemampuan gaya leibniz atau newton dalam menyusun kalkulus... tetap tidak bisa!!! memang aku tidak jadi botak seperti profesor, atau mutasi gen, atau menjadi albino, atau mahluk rawa! tidak!
aku cuma tersenyum melihatmu tertawa lirih. memandangmu kosong matamu yang hampa. menulis blog sambil menghabiskan berbatang-batang marlboro. plus kopi super pahit tentunya...
mungkin aku cuma belum bisa membedakan sebuah perasaan. tertarik? kagum? sayang? birahi? ambisi? lagipula ini khan bukan semata-mata salahku! kenapa kamu begitu banyak memiliki sifat-sifat yang kuidam-idamkan? kenapa kamu begitu cantik? kenapa kamu begitu menarik? dewasa? kaya buah pikiran? sensual? kaya?
(untuk yang membaca blog ini, entah siapa dan kapan.... ok, kuakui, ini tentang seseorang)
kalau boleh sekarang menyanyikan lagu yang menjadi salah satu soundtrack film ada apa dengan cinta (ada dimana gitarku saat kubutuhkan...?):
teruntukmu hatiku, ingin ku bersuara
merangkai semua tanya, imaji yang terlintas
berjalan pada satu tanya slalu menggangguku
seseorang itukah dirimu kasih
kepada yang tercinta inginku mengeluh
semua resah di diri mencari jawab pasti
akankah seseorang yang diinginkan kan hadir
raut halus menyelimuti jantungku
reff :
cinta hanyalah cinta, hidup dan mati untukmu
mungkinkah semua tanya kau yang jawab
dan tentang seseorang itu pula dirimu
ku bersumpah akan mencinta
(anda "tentang seseorang" ost. ada apa dengan cinta)
well, meski aku juga bersumpah telah mencintaimu, tapi aku tidak bisa membuktikannya menjadi nyata padamu. seperti yang kubilang, aku mempunyai batasan-batasan. seperti lagu yang di bawah ini (gila, aku memang sebaiknya jadi penyanyi profesional. minimal pengamen!):
i can't stand to fly
i'm not that naive
i'm just out to find
the better part of me
i'm more than a bird
i'm more than a plane
more than some pretty face beside a train
it's not easy to be me
wish that i could cry
fall upon my knees
find a way to lie
about a home i'll never see
it may sound absurd
but don't be naive
even heroes have the right to bleed
i may be disturbed
but won't you concede
even heroes have the right to dream
it's not easy to be me
up, up and away
away from me
it's all right
you can all sleep sound tonight
i'm not crazy
or anything
i can't stand to fly
i'm not that naive
men weren't meant to ride
with clouds between their knees
i'm only a man in a silly red sheet
digging for kryptonite on this one way street
only a man in a funny red sheet
looking for special things inside of me
it's not easy to be me
(five for fighting "superman (it's not easy") ost. smallville)
got the pont? aku tetaplah aku. sehebat-hebatnya aku, aku manusia biasa. yang memiliki batasan-batasan. salah satunya adalah keterbatasan...
bagaimana sebaiknya aku menentukan sikap kepadamu???
nb:
for you who'd calm me down by saying, "it's enough for us to be a best friend. let's do it as usually we've done". yiha! boleh ttm nih ???
pernah berfikir tentang ketidakpastian? pernah berfikir tentang takdir? pernah berfikir kenapa nasib setiap orang berbeda-beda? pernah mendatangi peramal? atau menanyakan kejadian masa depan dari seorang teman yang katanya bisa menghitung kartu? atau membaca ampas kopi?
aku bukan orang yang suka mengumbar janji seenaknya. takdir itu rahasia Tuhan. bahkan Rasulullah saja pernah salah (ingat kisah ketika masa awal-awal dakwah, saat seorang yang meminta sebuah nash tentang suatu kasus, Rasulullah menjanjikannya satu hari tapi kemudian meleset? dan Allah menegurnya bahwa segala nasib, jodoh dan rejeki itu ditanganNya?)!!! adalah bodoh menganggap sesuatu akan terjadi 100% seperti yang kita mau. atau kita prediksi (bahkan prediksi bukan sebuah kata yg mengungkapkan kepastian). atau kita ramalkan (tarot, ampas kopi, batang daun teh, sendal, tafsir mimpi, dan lainnya...). semuanya tetap tidak pasti.
tapi kita manusia. kita bisa berusaha. karena kita punya otak! selama otak di kepala kita masih bekerja, kita masih bisa melakukan sesuatu. setidaknya berdoa. itulah selemah-lemahnya manusia: hanya berdoa tanpa ikhtiar? hanya otak kitalah yang membuat (atau dibuat oleh otak orang lain, atau memang didesain oleh Yang Maha Pencipta) usaha kita dibatasi!
kemudian kita membuat batasan-batasan itu menjadi lebih longgar atau lebih sempit...
seperti apa yang aku lakukan padamu (apa harus ditegaskan subjek "kamu" dengan ungkapan "wahai kasih tak sampaiku, bukan hokiku, barang haram, bagai memeluk gunung..."???)!!! tidakkah kamu mengerti betapa egonya aku, memagariku dengan benteng yang kokoh tapi membuat jalan rahasia bawah tanah untuk menemuimu? lagipula, itu tidak adil untuk kamu dan aku (seperti syair lagu apa ya?)?
lagipula, aku tidak berani memastikannya secara langsung. apakah memang seharusnya aku berkorban untukmu? karena aku masih patuh pada norma-norma timur kita (yang banyak dipengaruhi norma barat!), dan aku hidup terintegrasi di dalamnya. membuatku mementahkan semua data-data yang kudapat dari ribuan enumerator kompeten. membuatku merasa derajat sample error 0,005 sudah terlalu besar sehingga preparat-preparat itu sebaiknya dibuang saja. bahkan meski kudiferensiasi ulang, mendekripsinya dengan berbagai pemecah sandi, merumuskannya dengan rumit melebihi kemampuan gaya leibniz atau newton dalam menyusun kalkulus... tetap tidak bisa!!! memang aku tidak jadi botak seperti profesor, atau mutasi gen, atau menjadi albino, atau mahluk rawa! tidak!
aku cuma tersenyum melihatmu tertawa lirih. memandangmu kosong matamu yang hampa. menulis blog sambil menghabiskan berbatang-batang marlboro. plus kopi super pahit tentunya...
mungkin aku cuma belum bisa membedakan sebuah perasaan. tertarik? kagum? sayang? birahi? ambisi? lagipula ini khan bukan semata-mata salahku! kenapa kamu begitu banyak memiliki sifat-sifat yang kuidam-idamkan? kenapa kamu begitu cantik? kenapa kamu begitu menarik? dewasa? kaya buah pikiran? sensual? kaya?
(untuk yang membaca blog ini, entah siapa dan kapan.... ok, kuakui, ini tentang seseorang)
kalau boleh sekarang menyanyikan lagu yang menjadi salah satu soundtrack film ada apa dengan cinta (ada dimana gitarku saat kubutuhkan...?):
teruntukmu hatiku, ingin ku bersuara
merangkai semua tanya, imaji yang terlintas
berjalan pada satu tanya slalu menggangguku
seseorang itukah dirimu kasih
kepada yang tercinta inginku mengeluh
semua resah di diri mencari jawab pasti
akankah seseorang yang diinginkan kan hadir
raut halus menyelimuti jantungku
reff :
cinta hanyalah cinta, hidup dan mati untukmu
mungkinkah semua tanya kau yang jawab
dan tentang seseorang itu pula dirimu
ku bersumpah akan mencinta
(anda "tentang seseorang" ost. ada apa dengan cinta)
well, meski aku juga bersumpah telah mencintaimu, tapi aku tidak bisa membuktikannya menjadi nyata padamu. seperti yang kubilang, aku mempunyai batasan-batasan. seperti lagu yang di bawah ini (gila, aku memang sebaiknya jadi penyanyi profesional. minimal pengamen!):
i can't stand to fly
i'm not that naive
i'm just out to find
the better part of me
i'm more than a bird
i'm more than a plane
more than some pretty face beside a train
it's not easy to be me
wish that i could cry
fall upon my knees
find a way to lie
about a home i'll never see
it may sound absurd
but don't be naive
even heroes have the right to bleed
i may be disturbed
but won't you concede
even heroes have the right to dream
it's not easy to be me
up, up and away
away from me
it's all right
you can all sleep sound tonight
i'm not crazy
or anything
i can't stand to fly
i'm not that naive
men weren't meant to ride
with clouds between their knees
i'm only a man in a silly red sheet
digging for kryptonite on this one way street
only a man in a funny red sheet
looking for special things inside of me
it's not easy to be me
(five for fighting "superman (it's not easy") ost. smallville)
got the pont? aku tetaplah aku. sehebat-hebatnya aku, aku manusia biasa. yang memiliki batasan-batasan. salah satunya adalah keterbatasan...
bagaimana sebaiknya aku menentukan sikap kepadamu???
nb:
for you who'd calm me down by saying, "it's enough for us to be a best friend. let's do it as usually we've done". yiha! boleh ttm nih ???
Wednesday, October 19, 2005
another first posting ???
well... it's easier to build another one. but it's more difficult to express yourself? my friends said that blogging will never be the same as before. my question about the reason were answered that people (in indonesia especially)recently are getting easier to feel disturbed by the blog which assumed to be a brief (or something) about someone (while the fact is the writter not even knew the guy!!!). perhaps, i'm one of the one who felt annoyed by that kind of comments. blog is one of my privacy (put by one of my best friend's words), isn't it? still, i can't deny any comments from people who knew me. that is why i built this one. why i won't complain by getting bussy to open an online dictionary (Thank God it's easy to find by google!!!) so i can translate words to french...
however, i can't be anonymous forever. thus, i'll write some clue about me (this is just for people who'd like to know me):
1. i'm indonesian.
2. you can see my photo (or an edited picture?)
however, i can't be anonymous forever. thus, i'll write some clue about me (this is just for people who'd like to know me):
1. i'm indonesian.
2. you can see my photo (or an edited picture?)
Subscribe to:
Posts (Atom)